Nur Asaf Abdullah
Universitas Islam Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTARAN MESIN BUBUT DENGAN MENGGUNAKAN PAHAT HSS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN Nur Asaf Abdullah; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pembubutan sering terjadi peningkatan panas, hal ini akan berpengaruh terhadap Tingkat kekasaran permukaan benda kerja. Kekasaran permukaan pada hasil pembubutan sangat penting diperhatikan, karena permukaan komponen mesin memiliki pengaruh yang penting. Pemilihan bahan baku juga berpengaruh pada hasil pembubutan terutama berkaitan dengan kualitas kekasaran permukaan. Rumusan masalah yang ada yaitu : 1) Bagaimana pengaruh variasi kecepatan potong pada mesin bubut terhadap nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan pada material Baja ST 42 menggunakan pahat HSS?, 2) Kecepatan putaran manakah yang memberikan nilai kekasaran permukaan terendah pada material baja ST 42 saat menggunakan pahat HSS?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu : Menganalisis pengaruh variasi kecepatan potong mesin bubut terhadap nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan pada material baja ST 42 menggunakan pahat HSS, 2) Menentukan kecepatan putaran yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan terendah pada material tertentu saat menggunakan pahat HSS. Hasil penelitian yang didapat berdasarkan hasil pengujian, variasi kecepatan putaran mesin bubut memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kekasaran permukaan pada material baja ST 42 menggunakan pahat HSS. Pada putaran rendah (360 rpm), kekasaran permukaan masih tergolong tinggi dengan rata-rata 2,76 ?m. Saat kecepatan ditingkatkan ke 500 rpm, terjadi penurunan kekasaran menjadi rata-rata 2,662 ?m, yang menunjukkan peningkatan kualitas permukaan. Namun, pada putaran tinggi (840 rpm), kekasaran meningkat kembali menjadi 3,00 ?m, yang kemungkinan disebabkan oleh getaran mesin dan suhu tinggi pada pahat selama pemesinan. Dari ketiga variasi putaran yang diuji putaran paling optimal adalah 500 rpm, terbukti memberikan hasil kekasaran permukaan terendah dan paling optimal. Ini menunjukkan bahwa kecepatan sedang cenderung menghasilkan proses pemotongan yang lebih stabil, minim getaran, dan memberikan hasil permukaan yang lebih halus.