I Gusti Agung Ayu Wulandari
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Seni Kriya Gerabah Bermotif Astha Dewata sebagai Upaya Revitalisasi Warisan Budaya Bali I Gusti Agung Ayu Wulandari; Arina Zaida Ilma; I Wayan Mudra; Gusti Ngurah Sastra Agustika; Gusti Ayu Ketut Rencana Sari Dewi
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i2.636

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi warisan budaya Bali melalui pelatihan seni kriya gerabah bermotif Astha Dewata di WK Gerabah Desa Kapal, Kabupaten Badung. Pelatihan difokuskan pada pengembangan motif simbolik yang merepresentasikan nilai harmoni dan keseimbangan dalam budaya Bali, sebagai upaya memperkuat identitas seni kriya lokal dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif. Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatif melalui tiga tahap utama: workshop desain motif, praktik langsung, dan aplikasi motif pada produk gerabah. Sebanyak 38 peserta terlibat aktif dalam pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan desain peserta, dengan delapan motif baru yang berhasil dikembangkan dan diaplikasikan pada produk fungsional dan dekoratif. Evaluasi kepuasan peserta menunjukkan kategori tinggi dengan rata-rata 4,48 atau 89,5% yang menandakan pelatihan dinilai relevan, inspiratif, dan bermanfaat. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran budaya perajin terhadap nilai-nilai estetika tradisional sebagai warisan takbenda yang dapat diadaptasi ke konteks modern. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis seni dan budaya dapat menjadi strategi efektif untuk pemberdayaan masyarakat dan pelestarian kriya tradisional di era ekonomi kreatif.
Differentiated social studies based on hypermedia e-modules to foster sustainable social attitudes of elementary students Yuyun Dwi Haryanti Haryanti; Mohamad Syarif Sumantri; Hamdan Tri Atmaja; Sapriya; I Gusti Agung Ayu Wulandari; Seah Siok Peh; Rina Nengsih; Rahma Halipah
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 2 (2026): April
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i2.494-506

Abstract

The present study examines the effect of differentiated social studies supported by hypermedia e-modules on the development of sustainable social attitudes among elementary students. A quasi-experimental design with a pre-test–post-test control group is employed. The participants were 60 fifth-grade students from an elementary school in Majalengka, Indonesia. They were selected using total sampling and divided into an experimental group (n = 30) and a control group (n = 30). The experimental group receives differentiated social studies instruction supported by hypermedia e-modules, while the control group receives instruction using conventional textbooks. Data were collected using a 10-item sustainable social attitudes questionnaire that measures empathy, social responsibility, cooperation, tolerance, environmental concern, and social awareness. The instrument demonstrates acceptable validity and reliability (Cronbach’s α = 0.744). Data were analyzed using descriptive statistics and an independent samples t-test. The results indicate that the experimental group obtained higher post-test scores (M = 85.60, SD = 8.66) than the control group (M = 80.90, SD = 9.11), with a statistically significant difference, t(58) = 2.05, p = 0.045, and a moderate effect size (Cohen’s d = 0.53). These findings imply that integrating hypermedia e-modules within differentiated social studies instruction can support the development of sustainable social attitudes among elementary students. The study contributes to the growing body of research on technology-supported differentiated learning in elementary social studies, although further research with larger samples and longer interventions is recommended.