Academic anxiety is a common psychological problem experienced by students when facing academic evaluations, particularly summative assessments. This study aims to examine the effect of group guidance using the sociodrama technique on reducing students’ academic anxiety. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental one group pre-test post-test design. The population consisted of tenth-grade students, with a sample of six students selected through purposive sampling based on high levels of academic anxiety. The intervention was conducted in five sessions, each lasting 60–90 minutes, following sociodrama stages including warm-up, role selection, enactment, discussion, and reflection. The instrument used was an academic anxiety scale in Likert form that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using a paired sample t-test after normality testing. The results indicated a decrease in academic anxiety scores after the intervention with a significance level of p < 0.05. The hypothesis stating that group guidance with the sociodrama technique influences academic anxiety was statistically supported. However, the small sample size limits the generalizability of the findings. These results suggest that the sociodrama technique has potential as an alternative intervention to help students manage academic anxiety. ____________________________________________________________________Kecemasan akademik merupakan masalah psikologis yang sering dialami siswa dalam menghadapi evaluasi pembelajaran, khususnya asesmen sumatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap penurunan kecemasan akademik siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test. Populasi penelitian adalah siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 6 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kecemasan akademik tinggi. Intervensi dilakukan dalam 5 sesi dengan durasi 60–90 menit per sesi menggunakan tahapan sosiodrama yang meliputi pemanasan, penentuan peran, pementasan, diskusi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah skala kecemasan akademik berbentuk Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan akademik setelah intervensi dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hipotesis penelitian yang menyatakan adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap kecemasan akademik didukung secara statistik. Namun demikian, ukuran sampel yang kecil membatasi generalisasi hasil penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik sosiodrama berpotensi menjadi alternatif intervensi dalam membantu siswa mengelola kecemasan akademik.