Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversifikasi Portofolio Sebagai Strategi Menghadapi Ketidakpastian Pasar Muhammad rasya
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 1 (2023): JACTA: Journal of Accounting and Tax, July 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i1.1041

Abstract

Ketidakpastian pasar yang semakin meningkat akibat volatilitas ekonomi global, perubahan kebijakan moneter, dan dinamika geopolitik menuntut investor untuk mengadopsi strategi manajemen risiko yang lebih adaptif. Diversifikasi portofolio merupakan salah satu pendekatan utama yang dapat meminimalkan risiko dengan cara menyebarkan investasi pada berbagai instrumen keuangan, sektor industri, dan wilayah geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas diversifikasi portofolio dalam menghadapi ketidakpastian pasar serta mengidentifikasi kombinasi aset yang optimal untuk meminimalkan risiko tanpa mengurangi potensi imbal hasil. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model Modern Portfolio Theory (MPT) dan analisis risiko-return. Data sekunder diperoleh dari laporan pasar modal, indeks saham, dan aset alternatif selama periode lima tahun terakhir yang mencakup berbagai fase ekonomi. Analisis dilakukan dengan menghitung korelasi antar aset, Sharpe Ratio, serta pembentukan efficient frontier sebagai dasar evaluasi kinerja portofolio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio terbukti mampu menurunkan tingkat risiko sistematis dan meningkatkan stabilitas keuntungan dalam kondisi pasar yang tidak pasti. Portofolio yang mencakup kombinasi saham berkapitalisasi besar, obligasi pemerintah, serta aset alternatif seperti emas dan real estate menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan portofolio yang terfokus pada satu jenis aset. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi diversifikasi bagi investor dalam mengelola ketidakpastian dan menjaga nilai investasi jangka panjang. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi investor dan pengelola aset untuk menerapkan evaluasi dinamis terhadap komposisi portofolio sesuai dengan perubahan kondisi pasar.  
Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Pemantauan Ketahanan Pangan Nasional Muhammad rasya
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 1 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i1.1060

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan yang mencerminkan kemampuan suatu negara dalam menjamin ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis energi, fluktuasi harga pangan, serta dampak sosial ekonomi pasca pandemi COVID-19, pemantauan ketahanan pangan nasional menjadi semakin krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran statistik deskriptif sebagai alat analisis utama dalam mengukur dan memantau kondisi ketahanan pangan nasional di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, dan Food and Agriculture Organization (FAO) selama periode 2015–2024. Analisis dilakukan dengan menghitung rata-rata, median, standar deviasi, indeks ketimpangan konsumsi pangan, serta tren pertumbuhan produksi dan ketersediaan pangan per kapita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketersediaan energi pangan nasional mencapai 2.480 kkal per kapita per hari, dengan peningkatan tahunan sebesar 2,5%. Namun, terdapat ketimpangan antar wilayah, di mana provinsi dengan infrastruktur terbatas menunjukkan nilai akses pangan lebih rendah dibandingkan wilayah urban. Nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) nasional berada pada kategori “cukup tangguh” dengan rata-rata 0,68, namun masih rentan terhadap guncangan harga pangan global. Temuan ini menegaskan bahwa statistik deskriptif efektif dalam menggambarkan pola, tren, dan disparitas ketahanan pangan nasional, serta berfungsi sebagai dasar penting dalam perumusan kebijakan dan strategi peningkatan ketahanan pangan berkelanjutan.