Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan besar muncul ketika kondisi ekonomi mengalami ketidakstabilan, seperti krisis global, pandemi, atau inflasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan keuangan UMKM agar mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi. Pendahuluan penelitian ini menyoroti pentingnya literasi keuangan, perencanaan anggaran, dan pengelolaan arus kas yang efektif sebagai faktor utama dalam menjaga keberlangsungan usaha. Selain itu, pengelolaan utang, diversifikasi pendapatan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan keuangan juga menjadi bagian penting dari strategi adaptif yang digunakan pelaku UMKM.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sepuluh pelaku UMKM di sektor perdagangan dan jasa di wilayah perkotaan dan semi-perkotaan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang memiliki strategi pengelolaan keuangan terencana dengan baik mampu bertahan bahkan meningkatkan performa usahanya di tengah situasi sulit. Faktor kunci keberhasilan meliputi disiplin dalam pencatatan keuangan, kemampuan mengelola arus kas, penggunaan aplikasi keuangan digital, serta membangun cadangan dana darurat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi keuangan yang adaptif dan berbasis digital menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan UMKM terhadap berbagai dinamika ekonomi.