Moh.Faizin
Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Habituasi Pembelajaran PAI : Studi Tentang Pembiasaan Siswa, Keteladan Guru Untuk Strategi Pembelajaran PAI Alivia Cahya Kurnia; Zahwa Namirah Rahmadinah; Silvia Rizka Nuraini; Moh.Faizin
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6880

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada intinya diarahkan untuk membentuk sikap moral dan karakter religius siswa melalui penanaman nilai-nilai secara berkelanjutan, bukan sekadar penguasaan pengetahuan kognitif belaka. Namun, kondisi pendidikan kontemporer mencerminkan krisis spiritual dan degradasi moral, yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran teoritis dengan minimnya penekanan pada pengamalan praktis. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi penguatan karakter siswa melalui integrasi metode habituasi (pembiasaan) dan keteladanan guru. Pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kepustakaan (library research) diterapkan, di mana data diperoleh dari tinjauan literatur relevan yang membahas fenomena pembiasaan dalam konteks PAI. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1994), yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil analisis menekankan bahwa habituasi merupakan metode pengajaran yang efektif untuk mentransformasikan nilai-nilai agama menjadi kebiasaan otomatis melalui aktivitas rutin, spontan, dan terprogram. Keberhasilan habituasi ini sangat bergantung pada keteladanan guru (uswatun hasanah) sebagai teladan utama yang diamati oleh siswa di lingkungan sekolah. Melalui proses observational learning, keselarasan antara ucapan dan tindakan guru menghasilkan dampak psikologis yang signifikan, sehingga siswa mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter secara mendalam. Di samping itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi PAI perlu adaptif terhadap perkembangan digital dengan mengintegrasikan elemen teknologi (high-tech) dan pendekatan emosional melalui keteladanan (high-touch), guna menjaga relevansinya bagi Generasi Z. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa krisis karakter dapat diatasi melalui pembangunan ekosistem religius yang menggabungkan habituasi terstruktur dengan keteladanan guru yang autentik. Kolaborasi intensif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi fondasi esensial untuk membentuk karakter luhur serta perilaku religius siswa yang berkelanjutan di tengah dinamika globalisasi.