Angger Bimantara
Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Curriculum Integration’s Model in Arabic Language Education and Da’wah: A Case Study at STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya Mubarak Bamualim; Angger Bimantara; Iqbal Gogari
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 16 No 1 (2026): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol16.Iss1.995

Abstract

This research aims to describe the implementation and challenges of integrating the Arabic Language Education and Da’wah curricula at STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, with the expectation that graduates will possess both linguistic competence and the ability to perform missionary work in a scholarly and communicative manner. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews, academic observations, and a review of curriculum documents and Semester Learning Plans (RPS). The findings reveal that curriculum integration is applied thematically across linguistic and Islamic fields, where Arabic is taught not only as a linguistic discipline but also as a medium to strengthen students' syar’i values. However, challenges such as limited human resources, a lack of faculty training in integrative curriculum design, and a shortage of innovative learning media persist. This study contributes to the discourse on curriculum integration in Arabic language and da’wah, also offers a practical reference for designing curricula that integrate Arabic language and da’wah skills. Consequently, this study recommends strengthening faculty capacity through specialized training, developing teaching materials that blend language and da’wah aspects, and optimizing internal academic coordination to ensure the sustainable application of this integrative curriculum. This study reveals that the integration of the Arabic Language Education and Da’wah curriculum at STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya has been implemented through a thematic approach employing a connected curriculum model that facilitates inter-course linkage. The findings indicate that this model is effective in enhancing students’ linguistic and da’wah competencies, despite challenges related to the heavy credit load and the need for further development of lecturers’ professional capacities.
Kajian Keagamaan sebagai Media Penguatan Karakter Religius Masyarakat Padukuhan Klepu, Kalurahan Planjan, Kabupaten Gunungkidul Wildan Maulana Prayoga; Iqbal Ramadhan; Ridho Sahrul; Angger Bimantara; Farid Farid
Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/efada.Vol3.Iss1.974

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan masyarakat melalui kajian keagamaan berbasis masjid dalam kerangka Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Padukuhan Klepu, Kalurahan Planjan, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kesadaran keagamaan masyarakat serta masih terbatasnya pelaksanaan kajian keislaman yang berlangsung secara rutin dan berkelanjutan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan moral, dan penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Sasaran kegiatan meliputi ibu-ibu PKK, remaja masjid, bapak-bapak, serta jamaah umum di lingkungan setempat. Program dilaksanakan dalam bentuk kajian rutin dengan metode ceramah interaktif, diskusi partisipatif, serta pendampingan berkelanjutan yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat. Materi kajian disusun secara kontekstual dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi sosial keagamaan warga. Pelaksanaan kegiatan memanfaatkan masjid sebagai pusat aktivitas pembinaan guna meningkatkan partisipasi dan kebersamaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterlibatan warga dalam mengikuti kajian, bertambahnya pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya penguatan kehidupan religius dalam aktivitas sehari-hari. Program ini juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan dan pembinaan karakter religius masyarakat secara berkelanjutan.