Dodi Ardiayansyah
Universitas Muhammadiyah Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perencanaan Pembelajaran PAI Berbasis Blended Learning: Studi Pada Sekolah Menengah Atas di Era Pasca Pandemi Azka Azkiya; Zuyina Huda; Mar’atul Izwah; Akhdan Nurrahman; Dodi Ardiayansyah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i2.305

Abstract

In the early days of Covid-19, Learning in the world of Education Indonesia switched to online learning with some Obstacles felt by   students and teachers, so that Learning is carried out again with face-to-face learning. Face, so that for the first time using the blended learning model in learning. Based on that, this research examines in depth about "Planning of blended learning model in Islamic Religious Education Learning." This research includes planning, implementation, evaluation as well as the advantages and disadvantages of the blended learning model in Islamic Religious Education. This research uses a qualitative research method with a library study type approach. This research shows that the planning of the blended learning model is to form a blended learning team, including training related to the use of applications to prepare learning tools (RPP), learning materials and media, giving online assignments, and selecting learning applications. The implementation of the blended learning model in Islamic Religious Education consists of introductory activities, core activities, and closing activities. Based on the research results, it was found that there are shortcomings and advantages of the blended learning model in Islamic Education learning.   Abstraksi Pada masa awal pandemi Covid-19, proses pembelajaran di dunia pendidikan Indonesia beralih menjadi pembelajaran daring (online). Dalam pelaksanaannya, baik siswa maupun guru mengalami berbagai kendala sehingga pembelajaran kemudian kembali dilaksanakan secara tatap muka. Kondisi tersebut mendorong penerapan model blended learning, yaitu perpaduan antara pembelajaran daring dan tatap muka. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji secara mendalam tentang “Perencanaan Model Blended Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)”. Penelitian ini mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta kelebihan dan kekurangan model blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan model blended learning dilakukan dengan membentuk tim pelaksana blended learning, menyelenggarakan pelatihan terkait penggunaan aplikasi pembelajaran, menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi dan media pembelajaran, merancang pemberian tugas secara daring, serta memilih aplikasi yang sesuai untuk mendukung proses pembelajaran. Pelaksanaan model blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa model blended learning memiliki berbagai kelebihan, seperti fleksibilitas waktu dan tempat belajar serta peningkatan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Namun, model ini juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain keterbatasan akses internet, ketersediaan perangkat teknologi, serta perbedaan kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.