Sahdan Sahdan
Universitas Islam Nusantara bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMAKNAAN BELAJAR SISWA DALAM IMPLEMENTASI MODUL PAI BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM DI SMAN 1 SUKARAJA BOGOR Fitriyani Kosasih; Sahdan Sahdan; Siti Surayya; Apip Gunawan
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 2 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i2.416

Abstract

AbstractThis study examines students’ meaning-making in the implementation of a deep learning-based Islamic Religious Education module at SMAN 1 Sukaraja, Bogor Regency. The study responds to the problem of Islamic Religious Education learning that is still often dominated by memorization and conceptual mastery, while students’ reflective understanding and connection between Islamic values and real-life experiences remain limited. Using a qualitative case study design, data were collected through classroom observation, semi-structured interviews, and document analysis of the learning module. The findings show that the module encouraged a shift from content-oriented learning toward more reflective, contextual, and participatory learning. Students began to interpret Islamic Religious Education not merely as a subject to be memorized, but as a learning space for self-reflection, moral awareness, spiritual meaning, and social responsibility. The study concludes that meaningful learning in Islamic Religious Education is formed through the integration of conceptual understanding, reflective dialogue, contextual experience, and value-based praxis. This study implies that Islamic Religious Education teachers need to design learning modules that provide space for reflection, discussion, real-life cases, and personal meaning-making so that students can connect Islamic teachings with their lived experiences. AbstrakPenelitian ini mengkaji pembentukan makna belajar siswa dalam implementasi modul Pendidikan Agama Islam berbasis deep learning di SMAN 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor. Penelitian ini berangkat dari persoalan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang masih sering didominasi oleh hafalan dan penguasaan konsep, sementara pemahaman reflektif siswa serta keterhubungan antara nilai-nilai Islam dan pengalaman kehidupan nyata masih terbatas. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen terhadap modul pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa modul tersebut mendorong pergeseran dari pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi menuju pembelajaran yang lebih reflektif, kontekstual, dan partisipatif. Siswa mulai memaknai Pendidikan Agama Islam bukan sekadar sebagai mata pelajaran yang harus dihafalkan, melainkan sebagai ruang pembelajaran untuk refleksi diri, kesadaran moral, pemaknaan spiritual, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran bermakna dalam Pendidikan Agama Islam terbentuk melalui integrasi pemahaman konseptual, dialog reflektif, pengalaman kontekstual, dan praksis berbasis nilai. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam perlu merancang modul pembelajaran yang memberi ruang bagi refleksi, diskusi, kasus kehidupan nyata, dan pembentukan makna personal agar siswa mampu menghubungkan ajaran Islam dengan pengalaman hidup mereka.