Bashori Bashori
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI TILAWAH DALAM LITERATUR TAFSIR DAN PERUBAHANNYA DI ERA DIGITAL: STUDI ANALISIS KUALITATIF M. Zaini; Bashori Bashori
MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 1 (2026): MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tradisi tilawah al-Qur’an sebagaimana termaktub dalam literatur tafsir klasik dan kontemporer serta perubahannya dalam lanskap digital saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode studi kepustakaan, riset ini mengeksplorasi sumber-sumber tafsir otoritatif seperti karya al-Ṭabarī, al-Qurṭubī, dan al-Rāzī serta mengamati fenomena tilawah di platform digital seperti YouTube dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tilawah mengalami perluasan bentuk dan fungsi: dari aktivitas ritual dan estetika suara ke medium dakwah visual, pembelajaran daring, dan ekspresi keislaman yang bersifat transnasional. Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran nilai, dari kehadiran majelis qira’ah tradisional menuju konsumsi tilawah secara personal dan algoritmis. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pelestarian otoritas, adab, dan nilai-nilai tilawah dalam paradigma tafsir. Riset ini merekomendasikan integrasi pendekatan tafsir tematik, teknologi digital, dan pedagogi interaktif sebagai fondasi pengembangan dakwah dan pendidikan al-Qur’an di masa depan.
MENAFSIRKAN ULANG AYAT-AYAT JIHAD: Pendekatan Tafsir Maqasidi Dalam Menangkal Radikalisme Keislaman Muhammad Riski; Bashori Bashori
Al-Mufassir: Jurnal Ilmu Alquran, Tafsir dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : LPPM UMC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/amf.v7i1.7387

Abstract

Artikel ini mengangkat persoalan penyalahgunaan ayat-ayat jihad dalam Al-Qur’an oleh kelompok-kelompok radikal yang memaknai jihad secara sempit sebagai pembenaran kekerasan, lalu menawarkan pendekatan tafsir maqasidi sebagai kerangka alternatif untuk merestorasi makna jihad dalam kerangka etika Islam dan kemaslahatan universal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik, melalui studi pustaka terhadap karya tafsir klasik dan kontemporer serta wawancara mendalam dengan ulama, akademisi, mantan simpatisan kelompok radikal, dan aktivis deradikalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir literal terhadap ayat-ayat jihad seringkali mengabaikan konteks historis (asbāb al-nuzūl), kondisi sosial, dan tujuan-tujuan luhur syariat Islam (maqāṣid al-sharī‘ah), sehingga menimbulkan legitimasi terhadap tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Pendekatan tafsir maqasidi, dengan menekankan nilai-nilai universal seperti keadilan, rahmat, dan perlindungan terhadap kehidupan, berhasil menawarkan reinterpretasi jihad sebagai perjuangan spiritual, moral, dan sosial yang lebih luas. Dalam pendekatan ini, jihad tidak semata-mata berarti perang fisik, melainkan juga meliputi perjuangan melawan hawa nafsu, kebodohan, ketertindasan, dan berbagai bentuk ketidakadilan sosial. Kajian ini juga menguraikan bagaimana kelompok radikal membangun narasi kekerasan dengan mengutip ayat-ayat secara parsial dan mengabaikan etika perang Islam, serta bagaimana tafsir maqasidi mampu mematahkan logika tersebut dengan pendekatan holistik dan kontekstual. Lebih jauh, artikel ini menawarkan strategi deradikalisasi berbasis tafsir maqasidi yang meliputi: integrasi pemahaman maqasidi dalam kurikulum pendidikan agama, produksi kontra-narasi di media sosial, serta pelibatan mantan simpatisan radikal sebagai agen edukasi ulang. Strategi ini diarahkan untuk membangun ketahanan ideologis umat Islam terhadap propaganda ekstrem dan mengembangkan pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan berbasis pada tujuan syariat. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya deradikalisasi yang efektif memerlukan transformasi paradigma tafsir dan pendidikan agama Islam yang menempatkan maqasid sebagai pusat pemaknaan teks-teks keagamaan. Dengan demikian, jihad dapat kembali dipahami sebagai perjuangan etik yang sejalan dengan nilai-nilai luhur Islam dan menjadi benteng intelektual untuk menanggulangi radikalisme keislaman secara berkelanjutan