Noise is an environmental problem that can disturb human comfort, concentration, and health. In addition, the use of synthetic sound-absorbing materials may cause environmental concerns because some of these materials are difficult to decompose. Organic and fiber-based wastes, such as sugarcane bagasse, coconut husk fiber, and egg cartons, have porous and fibrous structures that may serve as simple alternative materials for reducing sound levels. This study aims to preliminarily evaluate the initial indication of sound reduction in SILENTERA, a material made from sugarcane bagasse, coconut husk fiber, and egg cartons using wood glue/PVAC and natural liquid latex as binders. The study used a quantitative approach through panel fabrication and testing with a simple acoustic box that was not equivalent to a standard acoustic testing method at frequencies from 500 Hz to 2500 Hz. The results showed that SILENTERA reduced the measured sound level at all tested frequencies. The highest reduction occurred at 2500 Hz, with a decrease of 2.6 dB and an average relative dB-reading reduction of 1.69%. These findings indicate that SILENTERA shows an initial indication as a simple material for reducing sound levels. However, it cannot yet be claimed as a practically effective sound-absorbing material because the test used a simple apparatus, uncalibrated measurement conditions, and did not apply a standard acoustic measurement method. Further studies using adequate replications, variations in panel thickness and density, calibrated instruments, and standard acoustic testing methods are needed to validate the performance of this material ABSTRAK Kebisingan merupakan masalah lingkungan yang dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan kesehatan manusia. Di sisi lain, penggunaan material peredam suara sintetis dapat menimbulkan persoalan lingkungan karena sebagian material tersebut sulit terurai. Limbah organik dan limbah berbasis serat, seperti ampas tebu, serat sabut kelapa, dan karton telur, memiliki struktur berpori dan berserat yang berpotensi digunakan sebagai material alternatif untuk mereduksi tingkat bunyi secara sederhana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara pendahuluan indikasi awal reduksi bunyi pada material SILENTERA yang dibuat dari ampas tebu, serat sabut kelapa, dan karton telur dengan perekat lem kayu/PVAC dan lateks cair alami. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pembuatan panel dan pengujian menggunakan acoustic box sederhana yang belum setara dengan metode pengujian akustik standar pada frekuensi 500 Hz hingga 2500 Hz. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SILENTERA menurunkan pembacaan tingkat bunyi pada seluruh frekuensi yang diuji. Penurunan terbesar terjadi pada frekuensi 2500 Hz sebesar 2,6 dB, dengan rata-rata reduksi relatif pembacaan dB sebesar 1,69%. Temuan ini menunjukkan bahwa SILENTERA memiliki indikasi awal sebagai material sederhana untuk mereduksi tingkat bunyi, tetapi belum dapat diklaim sebagai material peredam suara yang efektif secara praktis karena pengujian masih menggunakan alat sederhana, belum menggunakan instrumen terkalibrasi, dan belum mengikuti metode akustik standar. Penelitian lanjutan dengan jumlah ulangan yang memadai, variasi ketebalan dan densitas panel, alat ukur terkalibrasi, serta metode pengujian standar diperlukan untuk memvalidasi kinerja material ini.