Suharno Suharno
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FLAMING BLUSH: Transformasi Flaminggo dalam Luxury Style Cocktail Dress dengan Teknik Beading dan Emblisment Vara Septia Nurlita; Suharno Suharno; Mira Marlianti
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1089

Abstract

Eksplorasi fauna dalam desain fashion kontemporer umumnya masih cenderung bersifat dekoratif sehingga belum banyak menghasilkan inovasi konstruktif pada luxury cocktail dress. Oleh sebab itu, penciptaan ini bertujuan mengembangkan inovasi desain melalui transformasi karakter visual burung flamingo ke dalam pengolahan siluet, warna, tekstur, dan detail dekoratif guna menghadirkan estetika busana pesta yang lebih elegan dan bernilai couture. Flamingo dipilih karena memiliki proporsi tubuh memanjang, garis lengkung dinamis, dan nuansa warna blush pink yang merepresentasikan kesan feminin dan glamor. Penelitian berbasis praktik ini menggunakan metode three stage design process yang meliputi eksplorasi, pengembangan desain, dan perwujudan karya. Tahap eksplorasi dilakukan melalui studi visual, analisis bentuk morfologi flamingo Chilean, serta pengumpulan referensi tren luxury fashion kontemporer. Tahap pengembangan desain menghasilkan beberapa alternatif rancangan yang kemudian diseleksi berdasarkan kesesuaian konsep, estetika, dan fungsi cocktail dress. Tahap perwujudan diwujudkan melalui proses pembuatan pola, konstruksi busana, teknik sewing, beading, dan embellishment secara detail untuk menghasilkan tampilan eksklusif. Hasil penciptaan berupa empat cocktail dress dengan siluet ramping, gradasi warna, serta penerapan teknik beading dan embellishment yang membangun efek tekstur dan dimensi mewah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode transformasi non-literal fauna dalam desain luxury fashion berbasis bio-inspirasi serta memperluas pendekatan estetika konstruktif dalam penciptaan busana pesta kontemporer.
Bakusanta : Aplikasi Batik Motif Mangrove dalam Resort Modest Wear Nibras Mumtaz Rohadatul ‘Aisy; Suharno Suharno; Mira Marlianti
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1138

Abstract

Penciptaan koleksi resort modest wear Bakusanta dilatarbelakangi oleh kecenderungan desain resort wear yang masih menonjolkan lekuk tubuh perempuan, sementara pengembangan batik motif mangrove dalam busana modest kontemporer masih terbatas. Nama Bakusanta merupakan gabungan kata bakau dan santa dalam bahasa Sanskerta yang berarti tenang, damai, dan tenteram. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam rancangan melalui siluet longgar, motif mangrove, serta palet warna natural yang merepresentasikan suasana pesisir. Urgensi penciptaan ini terletak pada upaya menghadirkan alternatif modest wear yang tidak hanya estetis, tetapi juga membawa narasi ekologis mengenai konservasi mangrove. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan pengumpulan data dan proses kreasi artistik yang terdiri dari eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Hasil penciptaan secara fisik menghadirkan empat look resort modest wear dengan aplikasi batik tulis kontemporer yang mengadaptasi bentuk akar, dan daun mangrove ke dalam komposisi motif yang dinamis. Kebaruan karya terletak pada penggabungan batik motif mangrove dengan konsep resort modest wear yang santun dan kontemporer. Secara keilmuan, karya ini berkontribusi pada pengembangan desain fesyen ekologis berbasis batik nusantara sekaligus memperluas eksplorasi visual modest fashion Indonesia.