Nofamataro Zebua
Pendidikan Biologi, Universitas Nias, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mapping Misconceptions Among Elementary Education Students Regarding Plant and Animal Cell Structures Using A Two-Tier Diagnostic Test Based on The Certainty of Response Index (CRI) Abner Rahmatsyah Zebua; Djosua Berkat Notatema Waruwu; Eja Advent Kris Lahagu; Mei Linda Stefani Sarumaha; Fitri Inda Sari Zega; Shinellia Zalukhu; Intan Kristiani Ziliwu; Nofamataro Zebua
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misconceptions among preservice teachers represent a serious concern in science education because they have the potential to be transmitted to students at the primary education level. This study aimed to identify and map the misconceptions of students in the Primary School Teacher Education (PGSD) program regarding the structure of plant and animal cells. The research employed a descriptive quantitative approach with a diagnostic survey design. The research subjects were 33 second-semester PGSD students who had completed the Basic Science Concepts course, selected using purposive sampling. The instrument used was a 20-item two-tier multiple-choice diagnostic test supplemented with a Certainty of Response Index (CRI) scale, with a KR-20 reliability coefficient of 0.84. Data were analyzed descriptively by categorizing students’ conceptions into four groups: understanding the concept, misconception, lack of understanding, and guessing. The results showed that the overall average percentage of misconceptions reached 34.28%, with the highest misconceptions occurring in the concept of differences between plant and animal cell organelles (41.90%), particularly regarding vacuoles (63.80%), cell wall function (58.09%), and non-chloroplast plastids (55.23%). Students with non-science backgrounds demonstrated a significantly higher percentage of misconceptions (42.17%) compared to students with science backgrounds (26.38%). This study concludes that PGSD students’ misconceptions about cell structure are real, structured, and persistent. Therefore, PGSD programs need to explicitly integrate diagnostic and remediation strategies for misconceptions into science instruction.
Dinamika Perkembangan Kognitif dan Bahasa Peserta Didik SMA dalam Perspektif Guru: Implikasi bagi Pembelajaran Responsif Gesti Pespita Zalukhu; Fita Riski Setiawan Hulu; Intan Nelpin Hulu; Intan Rosmalina Waruwu; Eka Karsa Putra Waruwu; Fajar Valentino Zendrato; Yaredi Waruwu; Nofamataro Zebua
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kognitif dan bahasa peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan perspektif guru. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap guru di SMA Negeri 2 Gunungsitoli yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peserta didik SMA berada pada tahap operasional formal menurut teori Piaget, ditandai dengan kemampuan berpikir abstrak dan hipotetis-deduktif yang mulai berkembang, namun belum merata pada seluruh peserta didik; (2) perkembangan bahasa peserta didik dipengaruhi oleh lingkungan sosial, paparan media digital, dan kebiasaan membaca; (3) terdapat kesenjangan perkembangan kognitif antara peserta didik dengan latar belakang sosial ekonomi berbeda; dan (4) guru berperan krusial dalam menstimulasi perkembangan kognitif dan bahasa melalui pendekatan scaffolding dan pembelajaran berbasis diskusi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi guru dan konselor sekolah dalam merancang strategi pembelajaran yang responsif terhadap tahap perkembangan peserta didik SMA.
Permasalahan Perkembangan Peserta Didik dan Intervensinya: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Mesrawati Gea; Monika Melvin Jelita Halawa; Noferlina Gulo; Satra Jaya Harefa; Nofamataro Zebua; Yaredi Waruwu
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, yang dapat berdampak pada aspek akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk permasalahan perkembangan peserta didik, faktor penyebab, serta strategi intervensi yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan utama dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang ditemukan meliputi perubahan orientasi belajar, ketidakstabilan emosi, perilaku komunikasi yang kurang sesuai dengan norma kesantunan, serta permasalahan penggunaan media sosial. Faktor keluarga, terutama kondisi keluarga yang kurang harmonis dan rendahnya keterlibatan orang tua, menjadi faktor dominan yang memengaruhi munculnya permasalahan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan permasalahan perkembangan peserta didik memerlukan intervensi yang berkelanjutan melalui layanan konseling serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga.