Cahyo Priyatno
Universitas Islam Indonesia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Audit Forensik dalam Mendeteksi Kecurangan pada Persediaan Barang Cahyo Priyatno; Januari Setiawan Johanes Sitohang
Jurnal Pajak dan Bisnis Vol 7 No 1 (2026): Journal of Tax and Business
Publisher : LPPM-STPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55336/jpb.v7i1.436

Abstract

Kecurangan pada akun persediaan barang (inventory fraud) merupakan salah satu ancaman kerah putih paling masif yang sulit dideteksi oleh prosedur audit laporan keuangan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh penerapan audit forensik yang diproksikan melalui kompetensi auditor forensik, efektivitas prosedur audit investigatif, dan pemanfaatan teknologi informasi forensik terhadap efektivitas pendeteksian kecurangan pada persediaan barang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif kausal-asosiatif, data primer dihimpun secara sengaja (purposive sampling) melalui kuesioner dari 130 praktisi auditor tingkat senior ke atas pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Data diolah secara komprehensif menggunakan analisis multivariat Structural Equation Modeling berbasis varian (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS.Hasil evaluasi model struktural membuktikan model memiliki daya prediksi yang sangat kuat (R2 = 0,848) dan relevansi prediktif yang tinggi (Q2 = 0,579). Secara parsial, pengujian bootstrapping menunjukkan bahwa kompetensi auditor forensik berpengaruh positif dan signifikan paling dominan terhadap pendeteksian kecurangan persediaan (O = 0,606, P = 0,000), disusul oleh pemanfaatan teknologi informasi forensik yang juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan (O = 0,456, P = 0,011). Sebaliknya, ditemukan anomali empiris di mana efektivitas prosedur audit investigatif konvensional terbukti tidak berpengaruh terhadap pendeteksian kecurangan persediaan barang (O = -0,136, P = 0,240). Temuan ini mengindikasikan bahwa prosedur pengujian lapangan manual berbasis kertas telah kehilangan relevansi taktisnya di hadapan para pelaku fraud metropolitan yang memiliki kapabilitas tinggi. Riset ini memberikan implikasi krusial bagi manajemen KAP dan regulator (IAPI/OJK) untuk segera menggeser orientasi audit kepatuhan manual ke arah peningkatan kapasitas teknologi digital forensics dan analisis data elektronik demi memitigasi kegagalan deteksi dini fraud aset.