M. Surif
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fenomena Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul pada Kalangan Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ekleisia Br Milala; Rohani Panjaitan; Masriana J Siregar; Sophia Sophia; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3667

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi, platform media sosial, dan perubahan cara berinteraksi di kalangan generasi muda telah berpengaruh pada cara penggunaan bahasa di kalangan mahasiswa. Salah satu contohnya adalah munculnya fenomena campur kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Fenomena ini penting untuk diteliti karena dapat memengaruhi penggunaan Bahasa Indonesia baik di lingkungan akademik maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk penggunaan campur kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa gaul serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta efeknya terhadap pemakaian Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa campur kode lebih sering digunakan dalam konteks nonformal, seperti saat berkomunikasi dengan teman sebaya dan via media sosial. Faktor yang paling berpengaruh dalam penggunaan campur kode adalah lingkungan sosial serta kemajuan teknologi komunikasi. Dampak positifnya adalah terwujudnya komunikasi yang lebih santai, dekat, dan ekspresif, sementara dampak negatifnya berpotensi menurunkan kebiasaan mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi formal. Oleh karena itu, penggunaan campur kode harus ditangani dengan bijak agar mahasiswa dapat tetap menggunakan bahasa sesuai dengan konteks komunikasi, terutama dalam lingkungan akademik.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Diskusi Akademik Mahasiswa Prodi Geografi Universitas Negeri Medan Emiyani Teresia Ginting; Nuramanda Nuramanda; Olipia Sihol Marito Pakpahan; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3793

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sangat penting dalam kegiatan akademik di sekolah menengah atas. Dalam wacana akademik, siswa diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia yang jelas dan tepat agar argumen, pendapat, dan gagasan dapat disampaikan secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemahiran bahasa Indonesia, mengidentifikasi jenis-jenis hambatan bahasa, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi hambatan bahasa dalam diskusi akademik di Program Studi Geografi, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan diskusi akademik dan interaksi dengan mahasiswa angkatan 2024, serta didukung oleh berbagai data yang relevan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemahiran siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia masih cukup rendah. Kesalahan leksikal, penggunaan bahasa informal, kesalahan struktur kalimat, serta interferensi antara dialek daerah dan bahasa gaul merupakan beberapa masalah utama yang muncul. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini meliputi, namun tidak terbatas pada, preferensi penggunaan bahasa informal dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh lingkungan sosial, kurangnya kesadaran akan kemahiran berbahasa Indonesia, kurangnya kemahiran berbahasa formal, serta kurangnya minat dalam membaca dan menulis. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mendorong penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik guna meningkatkan kualitas komunikasi siswa.