Yakobus Christiano Gado Tonda Bei
Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tuhan sebagai Penyebab Pertama: Perbandingan Pemikiran Thomas Aquinas dan Teori Asal-Usul Alam Semesta serta Relevansinya bagi Kosmologi Modern Emanuel Roberto Carlos Ngaku; Yakobus Christiano Gado Tonda Bei; Yohanes De Nggedu
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i2.1755

Abstract

Discussions regarding the origins of the universe have been a focus in philosophy and science, particularly regarding the relationship between the concept of God and modern cosmology. The concept of God as the prima causa is considered the core of classical cosmology, while modern cosmology posits that the universe has a beginning of time. This study aims to observe and analyze the comparison of the concept of God as the first cause by Thomas Aquinas and the Big Bang theory of modern cosmology. The method used is a literature study by examining various philosophical and scientific sources. The results of this study will emphasize the fundamental differences between Thomas Aquinas's approach to God as the first cause metaphysically and the approach of the theory of the origin of the universe (Big Bang theory) which focuses on the physical processes of the universe. Although there are different approaches, there are points of dialogue that open up space for integration between philosophy and modern cosmology. Abstrak. Diskusi berkaitan asal-usul alam semesta sudah menjadi sorotan dalam filsafat dan sains, khususnya mengenai hubungan antara konsep ketuhanan dan kosmologis modern. Konsep ketuhanan sebagai causa prima dinilai sebagai inti kosmolgis klasik sedangkan kosmologis modern mengangkat bahwa alam semesta ada permulaan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis perbandingan konsep Tuhan sebagai penyebab pertama oleh Thomas Aquinas dan teori Big Bang dari kosmologis modern. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber filsafat dan sains. Hasil penelitian ini akan menekankan perbedaan fundamental berkaitan pendekatan Thomas Aquinas mengenai Tuhan sebagai penyebab pertama secara metafisik dengan pendekatan teori asal-usul alam semesta (teori Big Bang) yang berfokus pada proses fisik alam semesta. Walaupun ada pendekatan yang berbeda namun ada titik dialog yang membuka ruang integrasi antara filsafat dan kosmologi modern.  
Membaca Kebijakan Ketahanan Energi Presiden Prabowo Subianto: Perspektif Bonum Commune Thomas Aquinas Ignasius Alvedo Hasan; Yohanes De Ngedu; Yakobus Christiano Gado Tonda Bei
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6182

Abstract

ABSTRAK Ketahanan energi merupakan isu krusial yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada saat ini. Memasuki masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penerapan kebijakan ketahanan energi menjadi sesuatu yang urgen dan prioritas utama. Hal ini bukan semata-mata untuk meminimalisir masalah energi dalam negeri, namun sebagai upaya untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas negara. Bagi Prabowo Subianto ada beberapa alasan yang mendasar lahirnya kebijakan ini, seperti: kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat, kebutuhan transisi energi terbarukan, satabilitas ekonomi nasional yang kurang bersaing dalam kompetisi perekonomian internasional, ketergantungan pada impor energi, dan situasi politik internasional yang semakin minus diskursus. Problem-problem inilah yang membangkitkan semangat pemimpin negara ini untuk menerapkan kebijakan ketahanan energi. Penelitian ini hendak membaca kebijakan ketahanan energi menurut konsep bonum commune Aquinas, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ketahanan energi yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto mengarah pada lahirnya kesejahteraan bersama atau bonum commune bagi seluruh masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Bonum Commune, Ketahanan Energy, Presiden Prabowo Subianto, Thomas Aquinas.