Muhftanur Puspita Nabila
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Biaya dan Waktu dengan Earned Value Method (EVM) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan) Muhftanur Puspita Nabila; Taufiq Natsir; Gufran Darma Dirawan
Sustainable Civil Engineering Journal Vol 2 No 2 (2026): Volume 2 Nomor 2 2026
Publisher : Department of Civil Education FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi tentu ada kendala yang harus dihadapi seperti kendala keterlambatan waktu ataupun anggaran. beberapa faktor yang terjadi meskipun sudah dipersiapkan rencana yang matang namun pada praktiknya dilapangan masih banyak timbul masalah dalam pelaksanaan. Maka digunakanlah metode EVM (Earned Value Method) dalam mengatasi masalah tersebut untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu pelaksanaan saat proyek berlangsung dan indikator yang digunakan analisa antara lain : BCWP (Budget Cost of Work Performance), BCWS (Budget Cost of Work Schedule), ACWP (Actual Cost of Work Performance), SV (Schedule Variance), CV (Cost Variance), SPI (Schedule Performance  Index), CPI (Cost Performance Index), EAS (Estimated At Schedule) dan ETS (Estimated Temporary  Schedule). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu dalam pelaksanaan yang  berlangsung dari minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-12 pada proyek proyek pembangunan gedung  laboratorium kesehatan daerah kabupaten bantaeng dengan menggunakan EVM (Earned Value Method).  Dari hasil penelitian ini diketahui pelaksanaan tidak sesuai dari jadwal rencana. Dengan biaya total yang telah  dikeluarkan sebesar Rp. 4,960,766,941,23 kinerja biaya sampai dengan minggu ke-12 menunjukkan nilai  CPI<1 yang artinya proyek mengalami pemborosan dan untuk kinerja waktu sampai dengan minggu ke-12  menunjukkan nilai SPI<1 yang artinya proyek mengalami keterlambatan dengan presentase bobot aktual sebesar 88.00 %