Suranny, Lilyk Eka
BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SENI TATAH SUNGGING DESA KEPUHSARI SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN WONOGIRI [The Arts of Tatah Sungging Kepuhsari Village As A Cultural Heritage in Wonogiri Regency] Suranny, Lilyk Eka
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 9, No 2 (2017): November 2017
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.328 KB)

Abstract

The art of puppet making known in the community with tatah sungging art. In current society the tatah sungging art increasingly marginalized by the development era. This study used descriptive qualitative method. Initially tatah sungging art in the Kepuhsari village carried by a puppeteer named Ki Guno Wasito which was later revealed to posterity who subsequently developed in the community of Kepuhsari village. Tatah sungging art in the making of the puppet is a combination of the tatah (chisel) and sungging (coloring). The values contained in the tatah sungging art that is the economic values, moral / educational values, cultural and artistic value, historical value and cultural preservation. This values are deeply embedded in society  ABSTRAKSeni pembuatan wayang dikenal dimasyarakat dengan seni tatah sungging. Dalam masyarakat saat ini seni tatah sungging semakin terpinggirkan akibat perkembangan jaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai sejarah perkembangan seni tatah sungging di Desa Kepuhsari, teknologi pembuatan wayang kulit serta nilai-nilai yang terkandung dalam seni tatah sungging tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Awalnya seni tatah sungging di Desa Kepuhsari dibawa oleh seorang dalang bernama Ki Guno Wasito yang kemudian diturunkan ke anak cucunya dan selanjutnya berkembang di masyarakat Desa Kepuhsari. Seni tatah sungging dalam pembuatan wayang merupakan perpaduan dari tatah (pahat) dan sungging (mewarnai). Nilai-nilai yang terkandung dalam seni tatah sungging yaitu nilai ekonomi, nilai moral/edukatif, nilai seni dan budaya serta nilai historis dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut melekat dalam kehidupan bermasyarakat.
PERALATAN DAPUR TRADISIONAL SEBAGAI WARISAN KEKAYAAN BUDAYA BANGSA INDONESIA (Traditional of Kitchen Equipment as Cultural Heritage Richness of Indonesia Nation) Suranny, Lilyk Eka
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2332.685 KB)

Abstract

Traditional kitchen equipment has existed since prehistoric people began to recognize the farming. Along with the development of science and technology, the use of traditional kitchen equipment is being abandoned by the community. Therefore it is necessary to attempt for preserve this traditional kitchen equipment as one of the nations rich heritage. This paper will describe some traditional kitchen equipment, its benefits and the existence in community. Data was collected using observation, interviews and literature study. This study used a qualitative descriptive method. Some traditional kitchen equipment that was found in this study, among others furnace, cormorant, cauldron, wajan, jugs, coconut grated, crock, irus, centong, as well as pestle and mortar. The benefits derived from the use of traditional kitchen equipment is to have a distinctive flavor, safer and environmentally friendly, more economical and preserve the traditions of the ancestors.AbstrakPeralatan dapur tradisional sudah ada sejak manusia prasejarah mulai mengenal bercocok tanam. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemakaian peralatan dapur tradisional ini semakin ditinggalkan oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk melestarikan peralatan dapur tradisional tersebut sebagai salah satu warisan kekayaan bangsa. Tulisan ini akan membahas beberapa peralatan dapur tradisional, manfaat penggunaannya serta keberadaan di dalam masyarakat saat ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Beberapa peralatan dapur tradisional yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain tungku, dandang, belanga, wajan, kendi, parutan kelapa, tempayan, irus, centong, serta cobek dan ulekan. Manfaat yang diperoleh dari penggunaan peralatan dapur tradisional adalah memiliki cita rasa yang khas, lebih aman dan ramah lingkungan, lebih ekonomis serta melestarikan tradisi nenek moyang.
ALAT PERTANIAN TRADISIONAL SEBAGAI WARISAN KEKAYAAN BUDAYA BANGSA (Traditional of Agricultural Equipment as Nation Cultural Heritage Property) Suranny, Lilyk Eka
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.661 KB)

Abstract

Traditional farm equipment is one of the cultural richness of Indonesia. Modernization in agriculture causes decreasing of traditional farm equipment using by farmers. There are many different kinds of traditional farm equipment made by our ancestors in earlier time, for example plows, harrows, hoes, ani-ani, sickle, etc. In some region of Indonesia, the traditional farm equipments has different local name although has the same usability. This traditional farm equipment contains adi luhung values according to the personality of the Indonesian nation. Therefore, traditional farm equipment needs to be preserved from exitinction and can be inherited to the next generations. ABSTRAKAlat pertanian telah dibuat oleh manusia prasejarah sejak masa neolitik. Alat pertanian tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. Modernisasi di bidang pertanian menyebabkan berkurangnya penggunaan alat pertanian tradisional oleh petani. Tulisan ini akan menjelaskan mengenai berbagai peralatan pertanian tradisional yang digunakan untuk bercocok tanam baik dari fungsi maupun cara pemakaiannya. Selain itu penulis mencoba untuk mengupas nilai-nilai yang terkandung dalam penggunaan peralatan tradisional tersebut. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu observasi, wawancara dan studi pustaka. Peralatan pertanian tradisional merupakan bentuk kearifan lokal, memiliki nilai tradisi dan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang.
MODA TRANSPORTASI TRADISIONAL JAWA (Traditional Transportation Equipment in Java) Suranny, Lilyk Eka
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 8, No 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7107.814 KB)

Abstract

The transportation technologies develop more rapidly along with the development of science and technology. One of consequences is the traditional transportation being abandoned by the community. Therefore, it needs cultural preservation efforts, especially in traditional transportation because it is a high historical value for Indonesia. This article describe some kind of traditional transportation modes in Java. It also described the role of society in the era of globalization. Data was collected using observation, interviews and literature study This study used a qualitative descriptive method. Based on the research of traditional modes of transportation used by the Java community is pedicab, wagon, gerobag and onthel bicycle. Traditional modes of transportation have a role namely the role of social, cultural, economic and environmental. AbstrakPerkembarvgan teknologi transportasi semakin pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu dampaknya adalah moda transportasi traditional semakin ditinggalkan oteh masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya pelestarian budaya khususnya pada alat transportasi tradisional karena memiliki nilai historis yang tinggi bagi bangsa Indonesia. Tuiisan ini menguraikan beberapa jenis moda transportasi tradisional di Jawa. Seisin itu juga dijelaskan mengenai peranannya dalam masyarakat di tengah era globalisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan basil penelitian moda transportasi tradisional yang digunakan oleh masyarakat Jawa yakni becak, delman, gerobag dan sepeda onthel. Moda transportasi tradisional memiliki peranan yaitu peran sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.