Sari, Metta Adityas Permata
BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEMUAN GERABAH Dl GROGOLAN WETAN, SEBUAH BUKTI PENGHUNIAN SITUS SANGIRAN PASCA PLESTOSEN (Pottery from Grogol Wetan Site, Sangiran Settlement Post Pleistocene) Sari, Metta Adityas Permata
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3611.656 KB)

Abstract

The life of Eary Man at Post-Pleistocene in Sangiran site has not much indicated by evidences. Sangiran has know as Early Man site, and the findings of pottery indicate the activity of Post-Pleistocene human. Pottery can be regarded as one of evidance of Post-Pleistocene site. Data being analyzed are the potteries found by Indonesian National Center for Archaeological Research in 2013 and Sangiran Conservation Offie in 2015. Which is identified as pot (periuk) from Indonesian National Center for Archaeological Research and jar (klenting) from Sangiran Conservation Offie. Base on those findings, can be assumed that Early Man at Post-Pleistocene farmer. AbstrakKehidupan manusia purba pasca plestosen di Situs Sangiran terbilang belum cukup terbukti. Selama ini Situs Sangiran dikenal sebagai situs manusia purba, keberadaan fragmen tembikar menunjukkan adanya aktivitas sekelompok manusia (masyarakat) pasca plestosen di Situs Sangiran. Tembikar dijadikan salah satu bukti kehidupan pasca plestosen. Data yang digunakan adalah tembikar temuan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional tahun 2013 dan temuan BPSMP Sangiran tahun 2015. Hasil analisis temuan tembikar dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional berupa periuk, sedangkan analisis temuan dari BPSMP Sangiran berupa alat untuk mengambil air yaitu klenting. Berdasarkan temuan termbikar tersebut, dapat diasumsikan bahwa masyarakat kemungkinan pada pasca plestosen bermata pencaharian sebagai petani.
SISA BUDAYA MANUSIA PURBA SITUS NGEBUNG (Artefact of Early Man in Ngebung Site) Sari, Metta Adityas Permata
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.114 KB)

Abstract

Rooted cultural habits passed down through the generations since the common ancestor to the present. Results of prehistoric human culture found within the site Ngebung Sangiran, composed of bone tools and stone tools. Both of these findings will be the subject matter discussed in this paper with the aim to rescue and add data as well as the latest information. In addition, this study also wanted to find out the similarities and differences between the characteristics of the research findings in 2013 to 2014. Based on the survey and excavation team Preservation Hall Ancient Man Site (BPSMP) Sangiran in 2013 and 2014, it is known that bone tools were found is a type of spatula and lancipan , while the stone tools consist of shale and shaved. Overall the study found as many as 2 pieces of bone tools and stone tools 63 pieces.ABSTRAKBudaya berakar dari kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun sejak nenek moyang hingga sekarang. Hasil budaya manusia prasejarah yang ditemukan di situs Ngebung dalam kawasan Sangiran, terdiri dari alat tulang dan alat batu. Kedua temuan tersebut akan menjadi pokok masalah yang dibahas dalam tulisan ini dengan tujuan untuk penyelamatan dan menambah data serta informasi terbaru. Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui persamaan serta perbedaan karakteristik temuan antara penelitian pada tahun 2013 dengan 2014. Berdasarkan survei dan ekskavasi tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran tahun 2013 dan 2014, diketahui bahwa alat tulang yang ditemukan merupakan tipe spatula dan lancipan, sedangkan alat batu terdiri dari serpih dan serut. Secara keseluruhan penelitian menemukan alat tulang sebanyak 2 buah dan alat batu 63 buah.