Prasetyo, Sigit Eko
BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POTENSI ARKEOLOGIS DAERAH ALIRAN SUNGAI KIKIM KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN Prasetyo, Sigit Eko
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 4, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.348 KB)

Abstract

Archaeology is the study of human society, primarily through the recovery and analysis of the material culture and environmental data that they have left behind. One of the archaeological data found in Kikim River, Lahat Regency South Sumatra and has been reported by the archaeologist years before. Although the report was very potential, not so many researches have led in Kikim River up until 2008. In 2008 Kikim River and its branches showed many stone tools on the surface. The research began around the River by surveying the surface and taking stone artifacts. These stone artifacts determined by stone tool characteristics and technology. From survey, 134 stone tools had been found in Kikim River, Saling River, Pangi River, and Mpayang River.
Batu Bergores (Batu Gong) Di Tepi Sungai Mesumai, Jambi Kajian Awal Seni Cadas Prasetyo, Sigit Eko
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1946.976 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.85

Abstract

Seni cadas telah dikenal manusia sejak zaman prasejarah. Adanya gambar-gambar yang terdapat pada dinding-dinding gua ataupun ukiran-ukiran pada batu alam “meninggalkan pesan” yang masih terlihat hingga kini sebagai data arkeologi. Interpretasi terhadap seni cadas dapat dilakukan dengan pendekatan formal atau informal, namun gabungan dari kedua pendekatan tersebut merupakan cara yang jitu untuk dapat memahami arti seni cadas. Batu Gong yang terdapat di tepian sungai merupakan ukiran pada batu yang hingga kini belum dapat diketahui artinya, baik oleh masyarakat setempat ataupun peneliti. Tulisan ini hanya sampai pada kesimpulan bahwa Batu Gong tersebut merupakan salah satu seni cadas dengan jenis petroglyph
PEMUJAAN TERHADAP MAKAM, TRADISI MASYARAKAT LEBONG, BENGKULU Prasetyo, Sigit Eko; Fahrozi, Muhammad Nofri
Siddhayatra Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.37 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i2.20

Abstract

Kematian menjadi salah satu perhatian manusia sejak zaman kuno. Perlakuan terhadap orang mati telah menciptakan bangunan megah seperti piramida di Mesir hingga yang sederhana seperti adanya batu nisan untuk menandai sebuah kuburan. Dalam tradisi megalitik, menhir digunakan sebagai kultus leluhur, tapi sekarang menhir telah berkembang menjadi batu nisan, juga digunakan di masyarakat pedesaan seperti di Lebong. Animisme yang sudah ada sejak zaman prasejarah masih berlanjut hari ini. Gejala sosial unik dalam masyarakat Lebong terlihat pada fenomena kepercayaan mereka terhadap makam. Saat ini mayoritas masyarakat Lebong beragama Islam, namun dalam praktek kegiatan sosial sehari-hari banyak aspek yang membuktikan bahwa kepercayaan mereka bercampur dengan kepercayaan lain khususnya animisme. Tulisan ini membahas tentang batu tegak yang dipercaya oleh masyarakat Lebong saat ini, sebagai makam yang memiliki kekuatan magis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari mereka. Masyarakat Lebong saat ini identik dengan tradisi Melayu yang kuat dengan unsur Islam. Hal tersebut tentu saja membuat kajian ini menarik untuk dibahas, karena anggapan tersebut menjelaskan bagaimana fenomena sinkretisme terjadi dalam kehidupan sosial mereka.
TIPOLOGI MANIK-MANIK DARI SITUS AIR MERAH, KECAMATAN SUNGAI GELAM, KABUPATEN MUARO JAMBI Sahara, Laras; Prasetyo, Sigit Eko
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.844 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.96

Abstract

Manik-manik adalah benda yang biasanya berbentuk bulat dan dilubangi guna menghias badan atau sebuah benda. Manik dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti: kulit kerang, kayu, getah kayu, bji-bijian, merjan, keramik, batu, kaca, dan logam. Analisis yang dilakukan berupa tipologi, tipologi adalah studi tentang tipe dengan kegiatan kategorisasi dan klasifikasi untuk menghasilkan tipe. Analisis yang dilakukan dalam analisis manik-manik dengan menggunakan analisis khusus, yaitu mengamati atribut menyangkut bentuk, ukuran, warna, bahan, dan jumlah yang terdapat pada manik-manik. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis pada manik-manik Situs Air Merah menghasilkan tipe manik-manik seperti bulat, bulat dempak, silinder dan fragmen.