Maria Regina Widhiasti
University of Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Solidaritas dalam Puisi Kekasih Palestina Karya Mahmoud Darwish dan Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu? Karya Taufiq Ismail: Sebuah Kajian Sastra Bandingan Hikmatun Azizah; Maria Regina Widhiasti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ghwge083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan representasi solidaritas sosial dalam puisi “Kekasih Palestina” karya Mahmoud Darwish dan “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?” karya Taufiq Ismail, serta menjelaskan pengaruh latar historis dan kultural terhadap konstruksi solidaritas dalam kedua teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dalam kerangka sosiologi sastra dengan landasan teori solidaritas Émile Durkheim, khususnya konsep solidaritas mekanis dan organik. Data dianalisis melalui teknik close reading dengan mengidentifikasi unsur-unsur puitik seperti diksi, imaji, dan simbolisme yang kemudian dikategorikan berdasarkan bentuk solidaritas yang direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Mahmoud Darwish merepresentasikan solidaritas mekanis yang berakar pada kesamaan identitas kolektif, memori historis, serta pengalaman eksil bangsa Palestina. Solidaritas ini dibangun melalui penggunaan metafora tubuh, citraan lanskap tanah air, serta simbol-simbol nasional yang berfungsi memperkuat kesadaran komunal dan semangat perlawanan. Sebaliknya, puisi Taufiq Ismail merepresentasikan solidaritas organik-spiritual yang terbentuk melalui empati lintas budaya dan kesadaran moral-religius universal. Solidaritas tersebut dimediasi oleh penggunaan imaji religius, simbol spiritual, serta analogi pengalaman lokal Indonesia yang memungkinkan pembaca merasakan keterhubungan emosional dengan realitas Palestina. Temuan ini menegaskan bahwa perangkat puitik tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai mekanisme representasi kohesi sosial dalam konteks konflik global. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan latar sosial, historis, dan kultural penyair berpengaruh signifikan terhadap cara solidaritas dikonstruksikan dalam teks. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas penerapan teori solidaritas Durkheim dalam kajian sastra bandingan lintas budaya serta menegaskan peran puisi sebagai medium artikulasi solidaritas moral, resistensi simbolik, dan empati global.
Representation and Commodification of Muslim Identity Through Halal Food Content by Influencer in Instagram Dite Nursyamsi Mahmutami; Maria Regina Widhiasti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/dbyxm606

Abstract

Instagram is one of the spaces used by influencers to influence their followers’ perception of certain ideologies and lifestyles, includes halal lifestyle. This study aims to analyze halal lifestyle represented and commodified by halal influencers through halal food content. One of the lifestyles that is also promoted by Instagram is halal lifestyle, which represented by Dian Widayanti dan Anca Syah among others through accounts @dianwidayanti and @anca.id. These two halal lifestyle influencers use Instagram to inform and educate their followers about halal food through the contents they produce. Using Krippendorff (2019) content analysis method, this study analyzed the contents of the influencers to show the representation of halal lifestyles on Instagram in the halal food content uploaded during November 2024 – April 2025. The results interpretation analysis uses the representation theory of Stuart Hall (1997), the commodification of Arjun Appadurai (2013) and the symbolic authority of Pierre Bourdieu (1991). This study shows @dianwidayanti and @anca.id using halal concept and differences in persona representation such as appearance, communication style and content narration as a branding strategy and reveals the commodification of religion through the capitalization of religious identity that occurs in the halal industry. The practices of representation and commodification construct religious authority through symbolic power in the public sphere and halal industrial world in Indonesia.