Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa remaja atau Jugendsprache dalam dialog film asal Jerman yang berjudul Tschick (2016) karya Fatih Akin, serta menganalisis perubahan serta pergeseran makna pada setiap tuturan Jugendsprache tersebut serentak mendeskripsikan fungsi semantik-pragmatis Jugendsprache dalam membangun karakter tokoh dan narasi film. Pendekatan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Sumber data primer adalah dialog film Tschick (2016) karya Fatih Akin. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman (2014) dengan kerangka teori semantik leksikal Ullmann (1962), Lyons (1977), teori Jugendsprache Henne (1986) dan Androutsopoulos (1998, 2001), serta teori metafora konseptual Lakoff & Johnson (1980). Hasil dari penelitian ini menunjukkan 28 data bahasa remaja atau Jugendsprache yang ditemukan dalam dialog film ini, dan diklasifikasikan ke dalam 5 kategori sejajar berdasarkan jenis fenomena kebahasaan, yakni slang dengan 9 data, metafora konseptual dengan 7 data, hiperbol dengan 5 data, neologisme dan Anglisisme dengan 3 data, serta eufemisme, disfemisme, dan ironi diri dengan 4 data. Kategori slang merupakan kategori yang paling dominan dalam penelitian ini. Adapun mekanisme pergeseran makna seperti peyorasi, ameliorasi, perluasan, dan penyempitan makna bukan sub-kategori eksklusif slang, melainkan pola perubahan semantik yang ditemukan lintas kategori dalam data penelitian ini. Secara bidang semantik-pragmatis, Jugendsprache dalam film ini berfungsi sebagai simbol identitas suatu kelompok, ekspresi emosi, serta pembangunan tokoh remaja yang autentik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian semantik leksikal media audiovisual Jerman serta untuk bahan ajar linguistik Jerman di Indonesia.