Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Semarang Convention Center M. Dafif Fhaishal Heryanto
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang termasuk dalam salah satu kota yang ditetapkan sebagai  kota MICE dari 16 kota yang telah ditetapkan yakni: Jakarta, Bali, Bandung,  Yogya, Surabaya, Solo, Semarang, Medan, Padang, Makassar, Lombok,  Balikpapan, Manado, Bintan, Batam, dan Palembang. Catatan dari Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, bahwa ruang konvensi terbesar di Kota  Semarang bisa menampung 4.000-5.000 orang. Namun saat ini, di Kota Semarang  hanya ada tiga tempat yang memenuhi kategori tersebut, yakni Hotel Patra Jasa,  Marina Convention Center, dan PRPP. Hal ini menandakan adanya kekurangan  Kota Semarang untuk memajukan MICE.   Kota Semarang juga menunjukkan perkembangan pesat budaya populer Jepang, ditandai dengan seringnya diselenggarakannya festival, pameran gim, dan  kompetisi bertema Jepang di berbagai ruang publik. Komunitas penggemarnya pun  terus berkembang, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga  wadah kreativitas, jejaring sosial, dan pengembangan keterampilan.   Untuk mengakomodasi semua itu, kota Semarang perlu pengembangan dan  penyediaan fasilitas dan sarana yang bisa melancarkan kegiatan MICE dan dapat  mewadahi komunitas pecinta budaya Jepang. Salah satunya caranya adalah dengan  menyediakan fasilitas pusat konvensi yang terfokus pada event bertemakan budaya  Jepang populer. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan perancangan  bangunan convention center di kota Semarang. Kata Kunci: Kota Semarang, convention center, budaya populer Jepang.