Ni Wayan Jauzaa Nabiila Azzahra
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WATER-SENSITIVE HERITAGE STASIUN JAKARTA KOTA Ni Wayan Jauzaa Nabiila Azzahra
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Jakarta memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir rob yang  dipengaruhi oleh kombinasi pasang air laut, curah hujan tinggi, serta fenomena penurunan  muka tanah. Kondisi ini menyebabkan genangan air yang terjadi secara berulang di beberapa  wilayah pesisir, termasuk kawasan Stasiun Jakarta Kota. Sebagai salah satu simpul  transportasi utama sekaligus bangunan cagar budaya di kawasan Kota Tua Jakarta,  keberadaan genangan air berpotensi mengganggu operasional transportasi, menurunkan  kenyamanan pengguna, serta mempercepat degradasi material bangunan bersejarah.  Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya pendekatan perancangan yang mampu  merespons kondisi lingkungan pesisir tanpa menghilangkan nilai historis bangunan.  Perancangan ini bertujuan untuk merumuskan konsep Water-Sensitive Heritage pada  kawasan Stasiun Jakarta Kota melalui adaptasi sistem polder dan pengelolaan drainase yang  terintegrasi dengan kawasan. Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan  kawasan terhadap banjir rob sekaligus mempertahankan karakter arsitektur bangunan cagar  budaya. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif untuk mengkaji kondisi  eksisting kawasan, metode dokumentatif melalui pengumpulan data sekunder terkait sistem  air dan kawasan heritage, serta metode komparatif dengan membandingkan beberapa  preseden perancangan yang menerapkan sistem pengelolaan air pada kawasan rawan banjir.  Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pengelolaan air melalui sistem polder, drainase  kawasan, serta elemen infrastruktur hijau dapat menjadi strategi mitigasi genangan yang  lebih adaptif terhadap kondisi pesisir. Pendekatan Water-Sensitive Heritage diharapkan  mampu meningkatkan ketahanan lingkungan kawasan stasiun, menjaga keberlanjutan fungsi  transportasi, serta mempertahankan nilai sejarah bangunan sebagai bagian dari identitas  kawasan Kota Tua Jakarta.