Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN FASILITAS AIR BERSIH DAN PENGOLAHAN SAMPAH DI DESA KEMUJAN, KARIMUNJAWA Muhammad Fatikh Ulya
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Fasilitas Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Desa Kemujan, Karimunjawa Desa Kemujan sebagai desa pesisir menghadapi tekanan ganda: meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas wisata, serta timbulan sampah yang berpotensi membebani lingkungan pesisir jika tidak dikelola secara mandiri. Dalam kerangka tata desa sebagai sistem hidup yang menjaga keseimbangan antara manusia dan alam melalui siklus produksi, distribusi, konsumsi, dan ekskresi, perancangan ini bertujuan mewujudkan fasilitas publik rural yang mengintegrasikan penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah sebagai satu kesatuan sistem tata desa yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kebutuhan air, analisis hidrologi, analisis timbulan sampah, zonasi bersih-kotor, sirkulasi terpisah, dan pemetaan sistem tata desa secara menyeluruh. Analisis hidrologi menunjukkan kebutuhan kapasitas water catchment sebesar 50.307,48 m³ untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Sistem penyediaan air dirancang menggunakan dua sumber: 80% air embung melalui pengolahan konvensional dan 20% air laut melalui reverse osmosis, dengan total kebutuhan mencapai 497,73 m³/hari. Pengelolaan sampah sebesar 3,107 ton/hari mencakup sampah organik, anorganik, dan B3 melalui proses komposting, maggot, pengolahan plastik, RDF, serta penanganan limbah B3 secara terpadu. Program ruang terdiri atas water treatment facility, waste treatment facility, public recreation, serta public and management, yang dirancang dengan strategi water diversification, waste independence, clean-dirty zoning, dan separated circulation. Secara arsitektural, fasad bangunan dilengkapi elemen papan modular 60×60 cm yang dapat dilepas dan dikonfigurasi ulang untuk mendukung aktivitas publik seperti workshop, bermain, berdagang, atau edukasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa fasilitas infrastruktur teknis dapat sekaligus berfungsi sebagai ruang publik rural yang edukatif, adaptif, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat. Kata kunci: tata desa, kemandirian air, kemandirian pengelolaan sampah, fasilitas publik rural, zonasi bersih-kotor, water diversification