Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Hukum Syari’ah terhadap Bahaya Narkoba bagi Generasi Z di Desa Bedengung, Kecamatan Payung Abdul Ashidiq; Eka Ridwan; Muhammad Aldi; Dwi Cahyani; Nadifa Alisya
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1762

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan Generasi Z di Desa Bedengung, Kecamatan Payung, telah menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesehatan mental, sosial, dan stabilitas hukum mereka. Minimnya tingkat literasi hukum syari’ah mengenai narkoba dan larangan serta ancaman hukum yang terkait menyebabkan kurang kesadaran akan bahaya dari sudut pandang hukum dan agama. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan membantu mengurangi permasalahan ini dengan cara meningkatkan literasi hukum syari’ah melalui metode edukasi, partisipasi, dan nilai-nilai Islam yang baik. Metode pelaksanaan program ini antara lain ceramah interaktif, pendampingan kelompok dan penyuluhan digital. Hasil dari program ini menunjukkan pemahaman materi mengenai hukum syari’ah yang signifikan meningkat. Semula pada saat pre-test, 80% peserta hanya mengetahui sanksi pidana positif (penjara), namun setelah post-test dilakukan, hasil menunjukkan 75% peserta mampu menjelaskan minimal dua jenis sanksi syari'ah dengan tepat. Adapun dampak program PKM ini tidak terbatas pada transfer pengetahuan saja, tetapi secara nyata mengubah keyakinan dan praktik sehari-hari. Selain itu, program ini dapat diadopsi menjadi program unggulan Desa Bedengung dan peserta dapat dibentuk menjadi tim inti sebagai pelopor untuk melakukan edukasi rutin melalui akun media sosial desa.
Economic Pressure and Social Deviance in Illegal Tin Mining at Kolong Buntu, Sungailiat, Bangka Regency: A Qualitative Case Study Based on Merton’s Anomie Theory M. Adha Al Kodri; Fazril Ilham; Nadifa Alisya; Defa Gilfandes; Yang Muthia; Jakaria Jakaria
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1736

Abstract

This study examines economic pressure and social deviance in illegal tin mining at Kolong Buntu, Sungailiat, Bangka Regency, through Robert K. Merton’s Anomie Theory. This study used a qualitative case study approach. Data were collected through interviews with 16 informants, comprising five miners, four residents, two community leaders, three local government or village officials, and two law enforcement officers, supplemented by field observations and document analysis. The findings show that miners’ involvement was linked to income instability, limited access to legal employment, and the need to secure immediate earnings. Illegal mining operated through an informal network involving field miners, managers or coordinators, equipment controllers, and tin buyers or collectors. Field observations identified water turbidity, mud accumulation, damage to pit margins and vegetation, and machinery noise. Enforcement measures did not fully prevent recurring activities because managerial and buyer networks, worker replacement, adaptive operating patterns, and limited surveillance continued to sustain illegal mining opportunities. From an anomie perspective, innovation more adequately explains economically vulnerable workers with limited access to legitimate means than controlling actors with greater resources and market access.