This study aimed to improve the descriptive text writing skills of fourth-grade students of class IV C at MI Al Fattah Juwana through the implementation of the outing class learning method. This method refers to learning activities conducted outside the classroom by utilizing the real environment as a learning resource so that students can directly observe objects. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection stages. The study was conducted in two cycles involving 36 students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation. The results showed that the implementation of the outing class learning method was able to improve students’ descriptive writing skills. In the pretest stage, the students’ average score was 55.27 with a learning mastery percentage of 44.44%. After the implementation of the action in cycle I, the average score increased to 63.47 with a mastery percentage of 61.11%. In cycle II, the average score increased again to 75 with a learning mastery percentage reaching 77.78%. The improvement indicates that the outing class learning method helped students gain more concrete learning experiences, making it easier for them to develop ideas, choose appropriate vocabulary, and organize descriptive texts systematically. In addition to improving learning outcomes, the outing class method also made the learning process more active, interactive, and enjoyable. Therefore, the outing class method can be used as an alternative learning strategy to improve descriptive writing skills in Indonesian language learning at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas IV C MI Al Fattah Juwana melalui penerapan metode pembelajaran outing class. Metode ini merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan nyata sebagai sumber belajar agar siswa dapat mengamati objek secara langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran outing class mampu meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa. Pada tahap pretest, nilai rata-rata siswa sebesar 55,27 dengan persentase ketuntasan belajar 44,44%. Setelah penerapan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 63,47 dengan persentase ketuntasan 61,11%. Pada siklus II, nilai rata-rata kembali meningkat menjadi 75 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 77,78%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran outing class mampu membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga memudahkan mereka dalam mengembangkan ide, memilih kosakata, dan menyusun teks deskripsi secara runtut. Selain meningkatkan hasil belajar, metode outing class juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, metode outing class dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.