Poetic, connotative, and metaphorical diction in song lyrics can provide unique aesthetic experiences for listeners and serve as relevant learning resources in literary education. However, studies examining students’ reception of diction in song lyrics remain limited. This study aims to describe students’ reception of the diction used in the song Kepada Semu by Muria Mardika and its implications for Indonesian Language and Literature learning. The study employed a qualitative descriptive approach based on Hans Robert Jauss’s literary reception theory. The participants consisted of 10 students from the Indonesian Language and Literature Education Department, FBS UNIMA, selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, note-taking, library research, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students responded positively to the song because it conveys emotional, melancholic, reflective, and profound meanings related to loss, longing, and solitude. The diction in the lyrics was perceived as having high aesthetic value, with connotative and metaphorical diction being the most dominant forms. The study implies that song lyrics can be utilized as learning media in Indonesian Language and Literature education to enhance literary appreciation, understanding of connotative meaning, interpretation of figurative language, and students’ critical thinking skills. ABSTRAK Penggunaan diksi yang puitis, konotatif, dan metaforis dalam lirik lagu dapat memberikan pengalaman estetik yang berbeda bagi pendengar serta menjadi sumber pembelajaran sastra yang relevan bagi mahasiswa. Namun, kajian mengenai resepsi mahasiswa terhadap penggunaan diksi dalam lirik lagu masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi mahasiswa terhadap diksi pada lagu Kepada Semu karya Muria Mardika serta implikasinya bagi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori resepsi sastra Hans Robert Jauss. Informan penelitian berjumlah 10 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNIMA yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, teknik catat, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan resepsi positif terhadap lagu tersebut karena mampu menghadirkan suasana emosional, melankolis, reflektif, dan mendalam yang menggambarkan kehilangan, kerinduan, serta kesendirian. Diksi dalam lirik lagu dinilai memiliki nilai estetika tinggi dengan dominasi penggunaan diksi konotatif dan metaforis. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk meningkatkan apresiasi sastra, pemahaman makna konotatif, pemaknaan gaya bahasa, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa.