This research is motivated by indications of weakening academic enthusiasm among students, characterized by a passive attitude in class discussions, procrastination of assignments, and low interest in reading. The focus of this research problem is directed towards a comprehensive analysis of the dominant factors underlying the low learning motivation of 11th grade students at MAN Sampang. This qualitative study applies a descriptive research type with a case study design to explore the psychopedagogical phenomenon in depth. The crucial steps of data collection were carried out directly through participatory observation techniques, in-depth interviews, and review of school documentation, followed by stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal that the motivational degradation occurs due to a dualistic interaction between internal and external obstacles. Internal factors include low interest in the material, a crisis of self-confidence, and the lack of a clear orientation of ideals. External factors are triggered by the implementation of monotonous teacher learning strategies, minimal parental educational supervision at home, and the influence of peer groups that do not value achievement. The main conclusion emphasizes the need for cross-sectoral collaborative synergy to actualize Maslow and McClelland's theory of needs through reforming interactive teaching methods and creating a conducive madrasah climate. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh indikasi melemahnya semangat akademik peserta didik yang ditandai dengan sikap pasif dalam diskusi kelas, penundaan tugas, dan rendahnya minat membaca. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis komprehensif mengenai faktor-faktor dominan yang melandasi rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI di MAN Sampang. Studi kualitatif ini menerapkan jenis penelitian deskriptif dengan desain rancangan studi kasus untuk mengeksplorasi fenomena psikopedagogis secara mendalam. Langkah penting pengumpulan data ditempuh secara langsung melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumentasi sekolah, yang dilanjutkan dengan tahapan reduksi, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa degradasi motivasi tersebut terjadi akibat interaksi dualistik antara hambatan internal dan eksternal. Sisi internal mencakup rendahnya ketertarikan materi, krisis kepercayaan diri, serta belum terbentuknya orientasi cita-cita yang jelas. Sisi eksternal dipicu oleh penerapan strategi pembelajaran guru yang monoton, minimnya pengawasan edukatif orang tua di rumah, serta pengaruh pergaulan teman sebaya yang kurang menghargai prestasi. Simpulan utama menegaskan perlunya sinergi kolaboratif lintas sektoral guna mengaktualisasikan teori kebutuhan Maslow dan McClelland melalui reformasi metode pengajaran yang interaktif dan penciptaan iklim madrasah yang kondusif.