Peningkatan disrupsi digital dan degradasi moral di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memerlukan terobosan strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam ekosistem sekolah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami secara mendalam langkah-langkah strategis yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan lingkungan yang berorientasi pada iman dan takwa (imtaq) di SMK Al-Hasani Sungai Ambawang, Kubu Raya. Metode: Pendekatan studi kasus kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa, yang dilengkapi dengan observasi non-partisipan serta analisis dokumentasi. Analisis data mengikuti kerangka kerja Miles, Huberman, dan SaldaƱa, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa strategi guru PAI terstruktur melalui tiga dimensi utama: optimasi struktural-instruksional, keteladanan budaya pembiasaan (uswah hasanah), dan sinergi kolaboratif lintas pemangku kepentingan. Penumbuhan lingkungan imtaq dimanifestasikan secara sistematis melalui kegiatan keagamaan rutin, kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran moral, dan spiritualisasi lingkungan fisik sekolah. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi lingkungan sekolah yang religius sangat bergantung pada konsistensi peran guru sebagai arsitek budaya, bukan sekadar sebagai pengajar. Strategi-strategi ini berhasil meminimalkan dampak negatif sosial-budaya dan menumbuhkan ekosistem spiritual yang holistik di SMK pinggiran kota..