Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Berbasis Cinta Dapat Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa Saefrudin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i3.1797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana manajemen kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum management) dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menjadikan kasih sayang, empati, dan relasi afektif guru-siswa sebagai fondasi dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Pergeseran paradigma pendidikan dari yang semata-mata berorientasi kognitif-akademis menuju pendidikan yang humanis dan holistik mendorong perlunya kajian yang lebih mendalam tentang peran afeksi dalam manajemen kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di satuan pendidikan yang telah mengimplementasikan prinsip-prinsip kurikulum berbasis cinta. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis cinta yang diterapkan secara konsisten dan sistematis terbukti mampu meningkatkan kualitas belajar siswa secara signifikan, yang tercermin dalam peningkatan motivasi intrinsik, keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, capaian akademik, dan kesejahteraan psikologis siswa. Temuan penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum berbasis cinta sangat ditentukan oleh kompetensi emosional guru, iklim sekolah yang suportif, dan dukungan manajerial kepala sekolah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen kurikulum yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan dan afeksi sebagai inti dari proses pendidikan.
Manajemen Keuangan Berbasis E-Digital Banking Dapat Memudahkan Mahasiswa Untuk Membayar Saefrudin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1798

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan digital, khususnya electronic digital banking (e-digital banking), telah membawa transformasi mendasar dalam sistem pembayaran di lingkungan pendidikan tinggi. Kemudahan akses, kecepatan transaksi, dan keamanan yang ditawarkan platform perbankan digital menjadikannya solusi strategis untuk mengatasi permasalahan pembayaran konvensional yang kerap dihadapi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen keuangan berbasis e-digital banking dapat memudahkan mahasiswa dalam memenuhi kewajiban pembayaran akademik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan adopsi sistem tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang menggabungkan survei kuantitatif kepada 120 mahasiswa dengan wawancara kualitatif mendalam kepada 15 informan terpilih. Instrumen penelitian mencakup kuesioner terstruktur berbasis skala Likert dan panduan wawancara semi-terstruktur. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa aksesibilitas, kemudahan penggunaan, keamanan transaksi, efisiensi waktu, transparansi rekam jejak, dan peningkatan literasi digital merupakan dimensi utama yang secara signifikan mempengaruhi kemudahan pembayaran mahasiswa melalui e-digital banking. Sistem ini mampu mereduksi waktu antrian konvensional hingga 80% dan meningkatkan kepuasan mahasiswa dalam proses pembayaran sebesar 76,4%. Manajemen keuangan berbasis e-digital banking terbukti secara signifikan memudahkan mahasiswa dalam melakukan pembayaran akademik. Institusi pendidikan perlu mengoptimalkan infrastruktur digital perbankan dan meningkatkan literasi keuangan digital mahasiswa sebagai langkah strategis menuju tata kelola keuangan pendidikan yang modern dan efisien.
Manajemen Mutu Pendidikan Islam Berbasis Pesantren Dapat Meningkatkan Nilai Afektif Siswa Saefrudin
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v3i4.1796

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki nilai-nilai afektif yang kuat. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun dimensi afektif siswa melalui pendekatan manajemen mutu yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi manajemen mutu pendidikan Islam berbasis pesantren terhadap peningkatan nilai afektif siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan manajemen mutu berbasis pesantren dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 70 siswa Madrasah Aliyah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji beda rata-rata antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai afektif yang signifikan pada aspek religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor afektif kelompok eksperimen meningkat sebesar 21,4% dari kondisi awal, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat 5,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan manajemen mutu berbasis pesantren yang holistik, mencakup pengelolaan kurikulum tersembunyi, budaya pesantren, dan pembinaan akhlak secara konsisten, terbukti efektif dalam membentuk karakter afektif siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter.