Berbagai persoalan terkait dengan kebijakan penyediaan rumah yang terjangkau untuk MBR melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (program FLPP), satu diantaranya yang mendasar dan implikasinya terkait langsung dengan kelompok MBR adalah dugaan harga rumah FLPP tidak terjangkau oleh mayoritas kelompok MBR. Tulisan ini disusun sebagai elaborasi terhadap dugaan tersebut dengan cara menaksir atau memperkirakan tingkat keterjangkauan kelompok MBR terhadap persyaratan finansial minimal kredit rumah FLPP menggunakan tiga ukuran keterjangkauan dan analisa sosio-demografi debitur FLPP. Lokasi penelitian di Kota Jayapura dan Manado, tulisan disusun menggunakan pendekatan Evaluation-Research, wawancara & observasi visual digunakan sebagai metoda utama pengambilan data. Hasil taksiran secara umum mengindikasikan, di Kota Jayapura nilai indeks keterjangkauan penghasilan MBR terhadap rumah FLPP tergolong “Sangat tidak terjangkau” bagi mayoritas kelompok MBR dengan median penghasilan setara UMR dan “Hampir tidak terjangkau” untuk minoritas kelompok MBR dengan batas penghasilan mendekati maksimal (4 juta/bln). Di Kota Manado, nilai indeks keterjangkauan MBR terhadap rumah FLPP tergolong “Hampir tidak Terjangkau” bagi kelompok mayoritas dan “Terjangkau” bagi kelompok minoritas MBR. Taksiran menggunakan indikator keterjangkauan pengembalian dana pinjaman, memberi indikasi harga rumah FLPP di Kota Jayapura hanya terjangkau bagi kelompok minoritas MBR namun tidak terjangkau bagi mayoritas MBR karena besarnya beban pengembalian pinjaman yang harus ditanggung melebihi nilai 0,3 bagian pendapatan, sedangkan di Kota Manado terjangkau untuk kedua kelompok MBR. Taksiran menggunakan Indikator keterjangkauan terhadap lokasi perumahan, di Kota Jayapura secara indikatif lokasi perumahan FLPP tergolong tidak “Terjangkau” bagi kelompok MBR dengan median penghasilan setara UMP 2015 karena proporsi pengeluaran untuk keperluan transportasi publik (TC) setiap bulannya melebihi 0,18 pendapatan (≥0,18TC), sedangkan untuk Kota Manado masih tergolong “Terjangkau” (≤0,18TC). Deskripsi sosio-demografi kelompok penerima manfaat KPR FLPP mengindikasikan hampir seluruh debitur FLPP mewakili kelompok formal MBR, yang sebagian besar merupakan kelompok MBR dengan penghasilan maksimal.Kata kunci : Program FLPP, tingkat keterjangkauan, kelompok MBR.