ABSTRACT The rapid advancement of educational technology has created a growing demand for learning media that can facilitate more interactive and meaningful learning experiences in elementary schools. However, learning activities at SD Negeri 02 Wonogiri Pemalang still relied on conventional instructional media, resulting in less optimal student learning outcomes in Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). This study aimed to develop an interactive multimedia application using Articulate Storyline 3 on the topic of Indonesian cultural heritage and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness in improving the learning outcomes of fifth-grade elementary school students. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, documentation, and pretest–posttest assessments. Data analysis was conducted using descriptive quantitative analysis, followed by normality, homogeneity, Paired Sample t-Test, and N-Gain analyses. The findings indicated that the developed multimedia achieved validity scores of 87.5% from the material expert and 95% from the media expert, both categorized as highly valid. Practicality testing showed highly practical results, with percentages of 83% in the limited trial, 84.1% in the field trial, and 86.7% based on the teacher’s evaluation. The average student score increased from 58.46 in the pretest to 82.46 in the posttest, while the N-Gain score of 0.6027 indicated a moderate level of improvement. These findings demonstrate that the Articulate Storyline 3-based interactive multimedia is valid, practical, and effective as an alternative instructional medium for enhancing IPAS learning outcomes in elementary schools. ABSTRAK Kemajuan teknologi pendidikan mendorong perlunya pemanfaatan media pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar lebih interaktif dan bermakna di sekolah dasar. Namun, hasil observasi di SD Negeri 02 Wonogiri Pemalang menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih didominasi metode konvensional sehingga pemanfaatan media digital belum optimal dan berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi warisan budaya Indonesia serta menguji tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dokumentasi, serta tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, uji normalitas, uji homogenitas, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh tingkat kelayakan sebesar 87,5% dari ahli materi dan 95% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Kepraktisan media ditunjukkan melalui uji coba terbatas sebesar 83%, uji lapangan sebesar 84,1%, dan penilaian guru sebesar 86,7%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat praktis. Efektivitas media ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pretest dari 58,46 menjadi 82,46 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,6027 berkategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline 3 layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPAS untuk mendukung peningkatan hasil belajar peserta didik sekolah dasar.