Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Pentahelix Dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Pekanbaru Tahun 2023-2025 Arizta Zita Vebrinda; Auradian Marta
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i1.8416

Abstract

Kemacetan lalu lintas di Kota Pekanbaru merupakan permasalahan perkotaan yang kompleks dan melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang beragam. Penanganan permasalahan ini tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif melalui model pentahelix. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kolaborasi pentahelix dalam penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Pekanbaru pada periode 2023–2025 dengan menggunakan perspektif Collaborative Governance Regime (CGR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan aktor pemerintah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor telah terbentuk dan berjalan dalam praktik, namun belum berkembang secara optimal sebagai suatu sistem kolaborasi yang terintegrasi. Pada aspek system context dan drivers, keterlibatan aktor dipengaruhi oleh kebutuhan situasional dan ketergantungan antaraktor. Pada aspek collaborative dynamics, proses kolaborasi telah berlangsung namun masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya inklusif. Pada tahap collaborative actions, tindakan kolaboratif telah dilakukan dalam berbagai bentuk, tetapi masih bersifat responsif dan sektoral. Sementara itu, pada aspek collaborative outcomes, terdapat peningkatan kepatuhan masyarakat, respons penanganan kemacetan yang lebih cepat, serta akses informasi yang lebih luas, meskipun hasil tersebut masih terbatas dan belum konsisten. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix dalam penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Pekanbaru berada pada tahap berkembang dan belum sepenuhnya terlembaga. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi antaraktor, peningkatan konsistensi koordinasi, serta pelibatan aktif seluruh aktor pentahelix untuk mewujudkan kolaborasi yang berkelanjutan.