This Author published in this journals
All Journal Frontier Agribisnis
Hardiyanti Sultan
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara Martinus Tri Novian; Marhawati Marhawati; Hardiyanti Sultan
Frontier Agribisnis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i1.18814

Abstract

Usahatani kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung perekonomian pedesaan, namun petani di Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara belum pernah melakukan analisis pendapatan usahatani secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-Desember 2023 dengan menggunakan data produksi dan biaya tahun 2022. Untuk penentuan sampling menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terhadap 30 petani yang tersebar di 14 desa. Analisis data meliputi analisis biaya usahatani (biaya tetap dan biaya variabel), analisis penerimaan usahatani, dan analisis pendapatan usahatani dengan menggunakan persamaan π = TR – TC serta rasio R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Mori Atas sebesar Rp19.300.136/petani/tahun, dengan total penerimaan Rp52.150.700/petani/tahun dan total biaya produksi Rp32.850.564/petani/tahun. Sedangkan pendapatan rata-rata per hektar adalah sebesar Rp 9.264.667/ha/tahun dengan total penerimaan sebesar Rp. 25.032.336/ha/tahun dan rata-rata biaya produksi sawit sebesar  Rp. 15.767.669/ha/tahun. Nilai R/C ratio sebesar 1,59 (R/C > 1) menunjukkan bahwa usahatani kelapa sawit di Kecamatan Mori Atas layak diusahakan secara ekonomi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), khususnya perbaikan dosis pemupukan, guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani secara berkelanjutan.