Riset ini berguna untuk (1) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal validitas; (2) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal kepraktisan; (3) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal efektivitas; dan (4) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan proses jawaban peserta didik dengan mengimplementasikan LKPD digital. Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) merupakan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Angket dan tes adalah instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) LKPD digital yang dikembangkan valid dengan memiliki rata-rata nilai sebesar 4,29 (ahli materi) dan 4,15 (ahli media) dan keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). Pada ahli materi memperoleh rentang lebih dari 4,2 dengan kategori sangat valid, sedangkan pada ahli media memperoleh rentang dengan kategori valid. (2) LKPD digital yang dikembangkan memiliki persentase sebesar 95% pada kepraktisan guru dan 80,43% pada kepraktisan siswa, keduanya pada rentang yang berkategori sangat praktis. (3) LKPD digital yang dikembangkan telah memperoleh kriteria efektif yang cukup berdasarkan (a) ketuntasan belajar secara klasikal siswa sebesar 88,89%; (b) tercapainya indikator/tujuan pembelajaran individu sebesar 77,92; (c) respon positif dari siswa sebesar 81,74% dengan kriteria sangat positif; dan (d) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dari rata-rata pretest 46,22 menjadi 77,92 pada posttest untuk setiap indikator, sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kreatif seluruh siswa kelas VIII-F SMPS Sultan Iskandar Muda memperoleh nilai sebesar 47,5 pada pretest dan skor 69,5 pada posttest, dengan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,571 yang berkategori sedang.Riset ini berguna untuk (1) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal validitas; (2) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal kepraktisan; (3) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal efektivitas; dan (4) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan proses jawaban peserta didik dengan mengimplementasikan LKPD digital. Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) merupakan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Angket dan tes adalah instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) LKPD digital yang dikembangkan valid dengan memiliki rata-rata nilai sebesar 4,29 (ahli materi) dan 4,15 (ahli media) dan keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). Pada ahli materi memperoleh rentang lebih dari 4,2 dengan kategori sangat valid, sedangkan pada ahli media memperoleh rentang dengan kategori valid. (2) LKPD digital yang dikembangkan memiliki persentase sebesar 95% pada kepraktisan guru dan 80,43% pada kepraktisan siswa, keduanya pada rentang yang berkategori sangat praktis. (3) LKPD digital yang dikembangkan telah memperoleh kriteria efektif yang cukup berdasarkan (a) ketuntasan belajar secara klasikal siswa sebesar 88,89%; (b) tercapainya indikator/tujuan pembelajaran individu sebesar 77,92; (c) respon positif dari siswa sebesar 81,74% dengan kriteria sangat positif; dan (d) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dari rata-rata pretest 46,22 menjadi 77,92 pada posttest untuk setiap indikator, sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kreatif seluruh siswa kelas VIII-F SMPS Sultan Iskandar Muda memperoleh nilai sebesar 47,5 pada pretest dan skor 69,5 pada posttest, dengan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,571 yang berkategori sedang.