Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika In-Group dan Stigma Out-Group dalam Pembentukan Self-Esteem Anak Asuh: Studi tentang Rekonstruksi Identitas Sosial di Rumah Peduli Yatim Novita Sani
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.686

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dinamika in-group dan stigma out-group yang memengaruhi pembentukan self-esteem anak asuh di Rumah Peduli Yatim. Anak asuh cenderung merasa aman, diterima, dan memiliki solidaritas yang kuat di lingkungan panti asuhan sebagai kelompok in-group. Namun, ketika berinteraksi dengan masyarakat luar sebagai out-group, mereka menghadapi stigma sosial, kategorisasi sosial, serta penilaian negatif yang memunculkan konflik identitas, rasa minder, dan rendah diri. Selain faktor eksternal, rendahnya self-esteem juga dipengaruhi oleh konsep diri negatif yang terbentuk dari cara anak asuh memandg dirinya sendiri dan kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika in-group dan stigma out-group dalam pembentukan self-esteem anak asuh melalui perspektif teori identitas sosial Henri Tajfel dan teori konsep diri. Fokus penelitian diarahkan pada proses rekonstruksi identitas sosial anak asuh dalam menghadapi pengaruh lingkungan sosial di dalam maupun di luar panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan studi literatur. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap interaksi sosial anak asuh di lingkungan Rumah Peduli Yatim serta interaksi mereka dengan masyarakat luar. Subjek penelitian terdiri dari 25 anak asuh dengan rentang usia 4 tahun hingga remaja tingkat SMA kelas XII .Data kemudian dianalisis menggunakan konsep identitas sosial Tajfel yang meliputi kategorisasi sosial, identifikasi kelompok, dan perbandingan sosial, serta teori konsep diri yang menjelaskan pembentukan penilaian individu terhadap dirinya melalui pengalaman sosial dan interpretasi pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panti asuhan berfungsi sebagai in-group yang memberikan dukungan emosional, rasa memiliki, dan solidaritas kolektif bagi anak asuh. Kondisi tersebut membantu meningkatkan self-esteem dan membentuk identitas sosial yang lebih positif. Namun demikian, stigma sosial dari masyarakat luar dan konsep diri negatif yang masih berkembang dalam diri anak asuh tetap menjadi faktor yang memunculkan rasa rendah diri, keterasingan sosial, dan konflik identitas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial yang suportif serta pembentukan konsep diri positif memiliki peran penting dalam proses rekonstruksi identitas sosial dan pembentukan self-esteem anak asuh di panti asuhan.