This Author published in this journals
All Journal Sains Medisina
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kesesuaian Terapi Analgesik pada Pasien Nyeri Kanker Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Karel Khairani Azzahro; Mirza Junando; Ervina Damayanti; Muhamad Fitra Wardhana Sayoeti
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1358

Abstract

Latar Belakang: Nyeri merupakan gejala yang paling umum dialami oleh pasien kanker dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri yang tidak adekuat masih menjadi masalah meskipun telah tersedia pedoman dari World Health Organization (WHO). Oleh karena itu, evaluasi terhadap kesesuaian terapi analgesik dengan derajat nyeri pasien penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan analgesik serta kesesuaian antara terapi analgesik dengan derajat nyeri pada pasien kanker di Poliklinik Onkologi Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan secara prospektif menggunakan skala ukur nyeri Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri, serta Pain Management Index (PMI) untuk mengevaluasi kesesuaian terapi analgesik. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Mayoritas pasien kanker berjenis kelamin perempuan 53,7% dengan kelompok usia terbanyak 40–60 tahun 53,7%. Analgesik non-opioid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol 25,9%, sedangkan opioid terbanyak adalah morphine sulfate tablets (42,5%). Nilai Pain Management Index (PMI) nol dan positif terjadi pada 71,2% pasien, sedangkan nilai PMI negatif terjadi pada 28,7% pasien. Hasil ini menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian dalam pemberian terapi analgesik pada pasien kanker. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PMI negatif terjadi pada 31 (28,7%). Skor nol dan positif terjadi pada 77 (71,2%) pasien. Pasien dengan nilai PMI negatif menunjukkan adanya ketidakadekuatan terapi analgesik. Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi untuk meningkatkan efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien.