This Author published in this journals
All Journal Jnana Budaya
Wayan Nitayadnya, I
Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN MITOS BAGI KELESTARIAN CAGAR BUDAYA DI DESA HANGGIRA, LEMPE, DAN BARIRI, KECAMATAN LORE UTARA, KABUPATEN POSO Wayan Nitayadnya, I
Jnana Budaya: Media Informasi dan Publikasi Sejarah dan Nilai Tradisional Vol 19, No 2 (2014): Edisi Agustus 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.622 KB)

Abstract

Mitos memiliki peran bagi kelestarian benda cagar budaya di situs yang ada di Desa Hanggira, Lempe, dan Bariri. Penelitian ini berupaya mengungkap keberadaan mitos yang berkembang di seputar areal situs yang ada di tiga desa tersebut dan mengungkap nilai dan peranan mitos bagi kelestarian tinggalan arkeologis. Metode penelitian yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan, survey, deskriptif analitik, dan penyajian secara naratif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa mitos yang berkembang di areal situs yang terdapat di tiga desa tersebut pada umumnya mengisahkan tentang peristiwa ketokohan dan peristiwa terjadinya suatu tempat yang dianggap pernah terjadi pada masa lampau. Tinggalan cagar budaya dalam situs-situs itu diyakini sebagai bukti fisik dari peristiwa sejarah. Nilai-nilai yang terdapat dalam mitos-mitos adalah nilai historis, solidaritas, patriotisme, dan edukatif. Mitos-mitos itu juga memiliki peran dalam menjaga kelestarian benda cagar budaya yang ada di situs-situs tersebut, yakni sebagai media untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan sejarah kolektifnya, menumbuhkan solidaritas sosial, menumbuhkan kebaggaan mereka akan kepahlawan leluhurnya, dan menumbuhkan kesadaran mereka akan perbuatan negatif yang telah dilakukan oleh leluhurnya. Adanya kesadaran, kebanggaan, dan keyakinan masyarakat ketiga desa itu memberikan dampak positif terhadap kelestarian tinggalan budaya megalitik yang ada di sana. Sampai saat ini masyarakat ketiga desa itu secara bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya leluhur mereka itu.