Gigih Siantoro
State University of Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kondisi Fisik Terhadap Hasil Pertandingan Atlet Tim Bola Tangan Putri Kota Surabaya Pada Porprov IX Jawa Timur Tahun 2025 Aldina Hernani; Raymond Ivano Avandi; Gigih Siantoro; Aghus Sifaq
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2026): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v14i1/274

Abstract

Latar Belakang Masalah: Bola tangan merupakan olahraga beregu yang menuntut kondisi fisik optimal untuk mendukung performa teknik dan stabilitas permainan sepanjang pertandingan. Ketidakseimbangan kesiapan fisik antar atlet dapat menurunkan efektivitas kontribusi individu serta kinerja tim dalam kompetisi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan guna menganalisis hubungan kondisi fisik dan hasil pertandingan atlet bola tangan putri dalam kompetisi tingkat provinsi. Metode: Data diperoleh melalui evaluasi komponen kondisi fisik meliputi fleksibilitas, kekuatan, kecepatan, daya ledak, daya tahan, dan kelincahan, serta kontribusi performa yang tercatat selama pertandingan resmi. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan dan bersifat positif antara kondisi fisik dan hasil pertandingan. Atlet dengan profil kondisi fisik yang lebih baik cenderung menunjukkan kontribusi performa yang lebih tinggi pada pertandingan. Besarnya kontribusi berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesiapan fisik berperan penting dalam menentukan hasil pertandingan meskipun tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti teknik, taktik, dan kerja sama tim. Kesimpulan: Pembinaan kondisi fisik yang terstruktur dan berkelanjutan merupakan pondasi utama dalam mempertahankan performa kompetitif. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa prestasi olahraga beregu tidak dapat dilepaskan dari kesiapan fisik yang merata dan optimal pada setiap atlet.