Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pangan penduduk belum sepenuhnya mengacu pada PUGS, namun demikian perkembangannya menuju ke arah yang lebih baik. Kondisi tersebut terjadi di wilayah desa maupun kota dan di kelompok rumah tangga dengan pendapatan rendah, sedang maupun tinggi. Untuk meningkatkanĀ status kesehatan dan gizi masyarakat maka Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) PUGS masih sangat diperlukan. Bagi kelompok pendapatan rendah KIE perlu diikuti upaya perluasan kesempatan kerja dan berusaha untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli serta akses terhadap pangan yang dibutuhkan Untuk kelompok pendapatan sedang-tinggi, penekanan KIE adalah pada aspek pentingnya mengkonsumsi panganĀ sesuai aturan normatif kesehatan sehingga tidak pada kondisi gizi berlebih yang dapat memicu munculnya penyakit degeneratif. Selain itu, diperlukan perbaikan di sisi konsumsi dan permintaan yang disertai dengan upaya perbaikan keanekaragaman di sisi produksi dan ketersediaan pangan dalam jenis, jumlah. dan kualitas sesuai kebutuhan penduduk. Tulisan ini bertujuan untuk membahas perkembangan situasi konsumsi pangan masyarakat dikaitkan dengan penerapan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan konsumsi pangan, dan saran terkait dengan upaya penerapan PUGS. Data utama yang digunakan adalah data Susenas (tahun 1999, 2002 dan 2005) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta review dari beberapa studi yang terkait.