This Author published in this journals
All Journal JURNAL PANGAN
M. Husein Sawit, M. Husein Sawit
Perum BULOG

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respons Negara Berkembang dan Indonesia dalam Menghadapi Krisis Pangan Global 2007-2008 M. Husein Sawit, M. Husein Sawit
JURNAL PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.744 KB) | DOI: 10.33964/jp.v18i2.200

Abstract

Krisis pangan global berulang lagi pada periode 2007-2008. NB(negara berkembang) dan Indonesia meresponsnya melalui sejumlah kiat, sehingga krisis tersebut tidak berdampak buruk terhadap instabilitas harga pangan DN (dalam negeri). Intinya adalah NB tidak lagi mematuhi cara-cara lama, tidak mengikuti resep structural adjustment programs (SAP). Sebagian NB melakukan secara parsial, misalnya hanya instrumen perdagangan. Sebagian NB berhasil dan ada pula yang gagal. Pada umumnya NB yang berhasil adalah mengkombinasikan berbagai kebijakan, komprehensif (mulai dari kebijakan perdagangan, perlindungan konsumen, dan mendorong produksi pangan DN), kecukupan cadangan devisa untuk membiayai impor pangan, serta tersedianya stok pangan publik yang cukup untuk meredam spekulasi dan instabilitas harga pangan. Keberhasilan Indonesia dalam meredam kenaikan harga beras DN, banyak ditentukan oleh kecukupan stok publik, dan peningkatan produksi DN, disamping peningkatan bantuan ke konsumen. Peran stok publik amat penting dalam mencegah spekulasi.Kemitraan dalam OP (operasi pasar) antara Bulog-swasta lebih berhasil, karena Bulog punya "kekuatan", membuat swasta lebih patuh. Berbeda dengan beras, tingkat keberhasilan stabilisasi Migor relatif rendah. Pola kemitraan Pemerintah-swasta tidak berjalan seperti yang diinginkan, karena posisi pemerintah "lemah", terbatas pada himbauan tanpa kontrol dan sanksi tegas. Kebijakan stabilisasi Migor juga parsial, instrumen, seperti pengurangan/Ppn DTP (pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah), DMO (domestic market obligation), dan OP tidak banyak berpengaruh terhadap penurunan/instabilitas harga Migor DN.