Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Untuk Mendukung Pengembangan Bahan Pembelajaran Pada SMK Widyagama Malang Istiadi Istiadi; Fitri Marisa; Syahroni Wahyu Iriananda; Rangga Pahlevi Putra
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol. 9 No. 1 (2026): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v9i1.217

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMK Widyagama Malang dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, khususnya Generative AI (GenAI), untuk pengembangan bahan ajar vokasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, workshop interaktif, dan pendampingan selama 2–3 minggu. Pelatihan mencakup penggunaan tools seperti ChatGPT, Canva AI, Diffit, dan MagicSchool. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 86% serta peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan GenAI ke dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam mendorong peningkatan kompetensi digital guru, meskipun diperlukan durasi pelatihan yang lebih panjang untuk hasil yang optimal.
PENINGKATAN KEGIATAN TAMAN POSYANDU KELURAHAN MOJOLANGU KOTA MALANG Muhamad Mukhsim; Dedi Usman Effendy; Istiadi Istiadi
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Posyandu merupakan bentuk layanan terpadu yang mengintegrasikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan Bina Keluarga Balita (BKB) dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara holistik. Permasalahan utama yang dihadapi mitra Taman Posyandu di Kelurahan Mojolangu, Kota Malang meliputi keterbatasan fasilitas pembelajaran dan pelayanan posyandu, serta lemahnya aspek manajemen kelembagaan. Kegiatan Pengabdian Iptek bagi Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Taman Posyandu melalui penguatan fasilitas, manajemen, dan kapasitas sumber daya manusia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan diskusi dengan mitra, pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) dan peralatan pendukung posyandu, penyusunan media informasi, serta pelatihan bagi guru dan pengelola Taman Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan ketersediaan fasilitas pembelajaran, memperbaiki tata kelola administrasi dan pembukuan, serta meningkatkan kompetensi guru dan pengelola dalam mengelola kegiatan pembelajaran dan layanan Taman Posyandu. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan Taman Posyandu dan berpotensi untuk dikembangkan serta direplikasi pada wilayah lain.
Revitalization of Gamelan Music to Support the Sustainability of Bantengan Arts at Padepokan Galogo Djati Ana Sopanah; Istiadi Istiadi; Devita Sari; Irfany Rupiwardani
TGO Journal of Community Development Vol. 4 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/jcd.v4i2.404

Abstract

This service program aims to strengthen the sustainability of Bantengan art through the revitalization of gamelan music at Padepokan Galogo Djati, Malang Regency. The main focus is directed at increasing the availability of traditional musical instruments, strengthening members' capacity in playing gamelan, and integrating gamelan in Bantengan exercises and performances. The activity was carried out with a participatory-based community empowerment approach. The stages include identification of partner conditions, coordination and socialization of the program, provision of a set of gamelan, gamelan game training, training assistance, implementation in Bantengan performances, and sustainability evaluation. This model places the community as an active subject in the process of cultural preservation. The main intervention in the form of providing gamelan has succeeded in overcoming the limitations of traditional musical facilities. Padepokan members received basic technical training, coordination between players, and music synchronization with the Bantengan movement. The results of the activity showed an increase in musical capacity, the use of gamelan in training, and the re-strengthening of the traditional musical character of Bantengan which previously used instant music or DJ. Gamelan functions as a cultural infrastructure that supports the connection between means, skills, performance practices, and the regeneration of art actors. This service program proves that the provision of gamelan accompanied by training and mentoring is more effective than just providing physical facilities. Gamelan is a cultural asset that strengthens the Bantengan art ecosystem through sustainable practices, knowledge inheritance, and community interaction. In the future, sustainability is directed at intensifying the use of gamelan, digital documentation, educational content development, and collaboration with village governments, universities, and creative economy actors.