Muhammad Burhan Ashfiya'
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEACHER COMPETENCIES GROUNDED IN THE VALUES OF QUR'AN SURAH ALI IMRAN (3):159 FOR FOSTERING HUMANISTIC AND PARTICIPATORY PEDAGOGY IN THE ERA OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE Muhammad Burhan Ashfiya'
Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/attadib.v7i1.11730

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) in education has improved instructional effectiveness but also raised concerns about the declining humanistic dimension of teaching. This study aims to analyze teacher competencies in light of the values of the Qur'an, Surah Ali Imran, Verse 159, and to formulate a humanistic-participatory pedagogical framework for the AI era. Using a qualitative conceptual approach, the study examines contemporary Qur’anic interpretations and relevant literature on teacher competence, humanistic pedagogy, and Islamic education. The findings show that the values of compassion, consultation, forgiveness, and reliance on God are embedded in QS. Ali Imran Verse 159 provides an integrative foundation for teacher competencies that extend beyond technical and instructional aspects. The analysis further indicates that contemporary educational discourse largely emphasizes pedagogical effectiveness and technological adaptation, while ethical and spiritual dimensions receive limited attention. Based on the synthesis of Qur’anic interpretation and educational literature, this study proposes a humanistic-participatory pedagogical framework that positions teachers as facilitators, moral role models, and dialogic partners in learning. The study contributes theoretically by enriching the value-based paradigm of teacher competence from an Islamic perspective and practically by offering a conceptual reference for developing inclusive, dialogic, and character-oriented learning in the AI era. These findings underscore the importance of integrating Qur’anic values into contemporary educational transformation to foster a more holistic and sustainable learning paradigm.
Etika Profesional Guru dalam Penggunaan Artificial Intelligence Pada Pembelajaran Muhammad Burhan Ashfiya'
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1752

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan telah menghadirkan transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran, terutama dalam meningkatkan produktivitas guru melalui otomatisasi tugas pedagogis dan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika profesional guru dalam penggunaan AI pada pembelajaran serta mengidentifikasi implikasinya terhadap profesionalisme pendidik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research melalui metode Narrative Literature Review (NLR), yang dilakukan dengan menelaah, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur ilmiah terkait integrasi AI, produktivitas guru, dan tantangan etika dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berkontribusi positif terhadap efisiensi kerja guru, seperti dalam penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, serta personalisasi materi sesuai kebutuhan peserta didik. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa penggunaan AI memunculkan berbagai tantangan etika profesional, meliputi risiko bias algoritma, integritas akademik, keamanan data peserta didik, serta potensi berkurangnya interaksi humanistik dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menegaskan bahwa profesionalisme guru di era AI tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan reflektif, literasi etika digital, dan tanggung jawab moral dalam mengelola teknologi secara bijaksana. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan konsep etika profesional guru sebagai fondasi utama dalam memastikan penggunaan AI tetap mendukung tujuan pendidikan yang humanis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.