Muhammad Nur Findra
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Biometrik kerang air tawar Sinanodonta woodiana di Sungai Lahambuti, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara Bahtiar; Muhammad Fajar Purnama; Aita Rahma Kartika Jumain; Muhammad Roris; Muhammad Nur Findra
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.9.1.45-54

Abstract

Sinanodonta woodiana merupakan salah satu spesies kerang introduksi di Sungai Lahambuti (Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara) yang karakteristik biometriknya belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biometrik, termasuk hubungan panjang-berat dan indeks kondisi kerang. Penelitian dilakukan selama 12 bulan pada dua periode, yaitu Mei–Oktober 2021 dan Februari–Juli 2022. Sampel kerang dikumpulkan menggunakan seser dalam petak transek berukuran 1×1 m² sebanyak 10 ulangan setiap bulan. Kerang yang dikumpulkan dibawa ke laboratorium untuk diukur panjang cangkangnya, berat total, dan berat jaringan menggunakan jangka sorong dan timbangan digital dengan ketelitian masing-masing 0,5 cm dan 0,01 g. Cangkang dan jaringan lunak dikeringkan dalam oven pada suhu 70°C selama 48 jam dan ditimbang menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0,0001 g. Data biometrik dianalisis menggunakan rumus standar. Hasil penelitian menunjukkan nilai b rata-rata sebesar 2,80 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 93,52%. Uji t (α = 0,05) menunjukkan bahwa nilai b berbeda signifikan dari 3,0, yang mengindikasikan pertumbuhan allometrik negatif. Nilai b bulanan berkisar antara 2,31 (September) hingga 3,16 (Mei), dengan nilai R² antara 91,11% hingga 96,66%. Rata-rata indeks kondisi sebesar 3,25 ± 1,30, meningkat seiring panjang cangkang dan mencapai puncaknya pada bulan Februari (4,45 ± 1,47). Nilai ini menurun dari Maret hingga Juli, dengan nilai terendah pada bulan Juni (2,09 ± 0,71). Kesimpulannya, S. woodiana menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif dan variasi musiman pada indeks kondisi.
Estimasi Stok Karbon Mangrove Berbasis NDVI di Desa Awanggoa, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan Andili Hamidu; Ardan Samman; Supyan Supyan; Nurhalis Wahidin; Disnawati Disnawati; Raut Wahyuning Paluphi; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 2 No 1 (2026): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/hbgy0662

Abstract

Penelitian ini mengkaji kondisi ekosistem mangrove di Desa Awanggoa Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan dengan memanfaatkan citra Sentinel-2 melalui analisis indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Analisis dilakukan untuk mengestimasi biomassa (AGB dan BGB) total biomassa (TAB) stok karbon, serta sekuestrasi karbon mangrove secara spasial. Hasil klasifikasi NDVI menunjukkan 82,63% wilayah mangrove berada pada kategori vegetasi lebat 14,17% vegetasi sedang dan 3,21% vegetasi jarang. Total biomassa sebesar 11.425,93 ton sedangkan stok karbon mencapai 5.370,19 ton atau ekuivalen dengan 19.708,59 ton CO₂. Estimasi sekuestrasi karbon memperlihatkan sebagian besar kawasan memiliki kemampuan serapan tinggi meskipun terdapat area kecil yang menunjukkan emisi karbon akibat degradasi vegetasi. Temuan ini menegaskan bahwa mangrove di Desa Awanggoa berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan dan penyerapan karbon. Upaya konservasi rehabilitasi dan pengelolaan berkelanjutan sangat diperlukan dengan dukungan kebijakan berbasis data spasial, partisipasi masyarakat lokal, serta integrasi ke dalam program nasional seperti REDD.
Analisis Parameter Pertumbuhan Udang Air Tawar Macrobrachium lar di Sungai Oha, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan Siti Ramadhani; Supyan Supyan; Muhammad Nur Findra; Gamal M. Samadan
Moluccas Aquaticus Vol 2 No 1 (2026): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/f6x0ap38

Abstract

Udang air tawar Macrobrachium lar merupakan salah satu sumber daya perikanan penting di perairan sungai Pulau Halmahera, namun informasi mengenai pola dan parameter pertumbuhannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang karapas dan berat serta mengkaji model pertumbuhan Von Bertalanffy M. lar di Sungai Oha, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Pengambilan sampel dilakukan secara langsung di lapangan, sedangkan pengukuran panjang karapas dan berat individu udang dilakukan di laboratorium. Analisis hubungan panjang–berat dilakukan menggunakan regresi linear, sedangkan parameter pertumbuhan dianalisis menggunakan model Von Bertalanffy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan M. lar bersifat allometrik negatif, baik pada jantan, betina, maupun gabungan, yang mengindikasikan bahwa pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Model pertumbuhan Von Bertalanffy menunjukkan nilai panjang asimtotik yang relatif tinggi dengan koefisien pertumbuhan yang tergolong cepat, menandakan bahwa M. lar di Sungai Oha mampu mencapai ukuran maksimum dalam waktu relatif singkat. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting mengenai karakteristik pertumbuhan M. lar sebagai dasar ilmiah dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya udang air tawar secara berkelanjutan di perairan sungai Pulau Halmahera.