Literasi merupakan kompetensi dasar penting bagi siswa sekolah dasar, terutama di era digital yang ditandai dengan tingginya penggunaan gadget yang berdampak pada menurunnya minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa kelas VI SDN 1 Lebaksiuh terhadap pojok baca sebagai alternatif aktivitas belajar positif di tengah dominasi penggunaan gadget. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 21 siswa kelas VI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi cukup positif terhadap pojok baca karena dinilai memudahkan akses bahan bacaan di kelas. Namun, pemanfaatannya masih rendah dan bersifat insidental karena siswa lebih cenderung memilih penggunaan gadget yang dianggap lebih menarik dan menghibur. Minat baca siswa juga dipengaruhi oleh jenis bacaan, di mana mereka lebih menyukai buku dengan unsur visual dibandingkan teks panjang. Selain itu, terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan kebiasaan membaca, karena meskipun siswa memahami manfaat pojok baca, penggunaannya belum menjadi kebiasaan utama. Rendahnya pemanfaatan pojok baca juga dipengaruhi oleh keterbatasan variasi koleksi buku yang tersedia. Dengan demikian, pojok baca memiliki potensi sebagai sarana penguatan literasi, namun memerlukan pengelolaan yang lebih optimal serta penyediaan bahan bacaan yang lebih menarik guna meningkatkan minat baca siswa di era digital.