Teofilus Setia Wahyudi
Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faith-Based Organization dalam Hubungan Internasional: Studi tentang Pengaruh Lembaga Compassion International terhadap Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Teologi Matius 5:14-16 Teofilus Setia Wahyudi; Timotius Sukarna
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.333

Abstract

Tantangan nasional Indonesia dalam bidang ekonomi, kebudayaan, dan tata kelola sosial menempatkan negara ini dalam keterhubungan yang semakin intensif dengan sistem internasional. Dalam perspektif hubungan internasional kontemporer, interaksi lintas negara tidak hanya melibatkan distribusi kepentingan material, tetapi juga proses konstruksi norma, identitas, dan makna sosial. Artikel ini menganalisis peran Organisasi Berbasis Iman melalui studi kasus Compassion International dan pengaruhnya terhadap sektor pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, penelitian ini memandang Compassion sebagai aktor non-negara transnasional yang berperan dalam difusi norma dan pembentukan identitas kolektif melalui jaringan globalnya. Melalui program pendidikan berbasis komunitas, lembaga ini tidak hanya menyalurkan sumber daya material, tetapi juga mentransmisikan nilai-nilai tentang kepedulian anak, pemberdayaan, dan tanggung jawab sosial yang beroperasi dalam ruang masyarakat sipil global. Interaksi antara identitas religius lembaga, struktur pembangunan internasional, dan regulasi domestik menunjukkan adanya proses socialization dan internalisasi norma dalam praktik pendidikan di tingkat lokal. Perspektif teologis dari Injil Matius 5:14-16 tentang identitas “garam dan terang dunia” digunakan sebagai kerangka normatif untuk memahami konstruksi identitas moral lembaga dalam ruang publik internasional. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa Organisasi Berbasis Iman merupakan bagian dari dinamika hubungan internasional yang berkontribusi dalam pembentukan tatanan normatif global melalui praktik pendidikan lintas negara.
INTERNATIONAL SECURITY DYNAMICS IN THE RYUKYU ISLANDS: THE UNITED STATES-CHINA BALANCE OF POWER Teofilus Setia Wahyudi
Kajian Asia Pasifik Vol 10 No 1 (2026): January - June 2026
Publisher : International Relations Study Program of Universitas Kristen Indonesia (UKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/japs.v10i1.7892

Abstract

Kawasan Kepulauan Ryukyu merupakan sebuah wilayah dari Kerajaan Ryukyu yang merupakan mitra diplomatik bangsa Tiongkok dan bangsa Jepang sekaligus beserta dengan negaranya masing-masing. Posisi kawasan ini secara geopolitik berhubungan dengan kontestasi kekuatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Oleh karena itu, dengan menggunakan analisis teori perimbangan kekuatan dengan berfokus pada peran identitas atau identifikasi, berdasarkan perspektif historisis dari kawasan ini, beserta dengan metode penelitian kualitatif, maka peneliti menemukan bahwa inti dari konflik antara dua negara besar ini, Tiongkok dan Amerika Serikat, terletak pada perbedaan interpretasi resolusi konflik pasca Perang Dunia II—termasuk klausul yang memengaruhi status teritorial Kepulauan Ryukyu. Oleh karena itu, Kepulauan Ryukyu dan penduduk Ryukyu merupakan garis depan pertemuan antara takdir atau konsekuensi sejarah dengan perebutan kekuasaan antara dua kekuatan besar. Ketidakpercayaan dan kecurigaan timbal balik antara Amerika Serikat dan Tiongkok harus menjadi fokus utama, dan saya merekomendasikan untuk kembali menyoroti pentingnya geopolitik Kepulauan Ryukyu sebagai masa depan rekonsiliasi.