Transformasi digital pengadaan barang/jasa pemerintah melalui e-Catalogue versi 6.0 (dikembangkan LKPP dan PT Telkom) merupakan amanat Perpres No. 16/2018, Perpres No. 12/2021, dan Inpres No. 2/2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri serta UMKM. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serapan anggaran, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada penerimaan dan penggunaan efektif oleh pengguna di lingkungan pemerintah daerah. Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan Modified Technology Acceptance Model (M-TAM), yaitu pengembangan dari model TAM klasik yang dikemukakan oleh Davis (1989). M-TAM tidak hanya menitikberatkan pada dua variabel utama, yaitu perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEOU), tetapi juga menambahkan variabel eksternal seperti subjective norm, facilitating conditions, serta dukungan organisasi, agar lebih kontekstual dengan karakteristik birokrasi sektor publik Indonesia. Penelitian ini menganalisis bagaimana persepsi pengguna terhadap kemudahan, manfaat, dan dukungan institusi memengaruhi niat serta sikap mereka dalam menggunakan E-Catalogue V.6. Data dikumpulkan melalui survei terhadap aparatur pemerintah daerah yang terlibat dalam proses pengadaan dan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa variabel eksternal berperan signifikan dalam meningkatkan penerimaan sistem.