Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerimaan E-Catalogue V.6 di Pemerintah Daerah untuk Mengevaluasi Efektivitas Implementasi Menggunakan Modified Technology Acceptance Model Mauliwidya Mauliwidya; Erma Suryani; Heri Kuswanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5579

Abstract

Transformasi digital pengadaan barang/jasa pemerintah melalui e-Catalogue versi 6.0 (dikembangkan LKPP dan PT Telkom) merupakan amanat Perpres No. 16/2018, Perpres No. 12/2021, dan Inpres No. 2/2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri serta UMKM. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serapan anggaran, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada penerimaan dan penggunaan efektif oleh pengguna di lingkungan pemerintah daerah. Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan Modified Technology Acceptance Model (M-TAM), yaitu pengembangan dari model TAM klasik yang dikemukakan oleh Davis (1989). M-TAM tidak hanya menitikberatkan pada dua variabel utama, yaitu perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEOU), tetapi juga menambahkan variabel eksternal seperti subjective norm, facilitating conditions, serta dukungan organisasi, agar lebih kontekstual dengan karakteristik birokrasi sektor publik Indonesia. Penelitian ini menganalisis bagaimana persepsi pengguna terhadap kemudahan, manfaat, dan dukungan institusi memengaruhi niat serta sikap mereka dalam menggunakan E-Catalogue V.6. Data dikumpulkan melalui survei terhadap aparatur pemerintah daerah yang terlibat dalam proses pengadaan dan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa variabel eksternal berperan signifikan dalam meningkatkan penerimaan sistem.
Pengembangan Model Prediksi Permintaan Baby Product pada Merchant Shopee Menggunakan Support Vector Regression Echa Karlinda Devi; Noviyanti Santoso; Heri Kuswanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5689

Abstract

Pasar popok dan susu bayi di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dengan proyeksi nilai masing-masing mencapai USD 2,39 miliar dan USD 5,35 miliar pada tahun 2029. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model prediksi permintaan yang akurat menggunakan metode Support Vector Regression (SVR) guna mengantisipasi lonjakan atau penurunan permintaan serta memberikan rekomendasi strategi manajemen inventori dan pemasaran yang efektif. Variabel yang digunakan mencakup fitur transaksional (SKU, kategori, harga, berbagai jenis potongan harga/voucher, koin Shopee, dan diskon ongkir) serta faktor eksternal (hari libur nasional dan event Shopee). Data diproses melalui tahap cleaning, feature engineering, dan normalisasi, kemudian dilakukan uji perbandingan dimana uji coba pertama menggunakan data latih (70%) dan data uji (30%), lalu dilakukan uji coba kedua dengan menggunakan data latih (80%) dan data uji (20%). Optimasi model dilakukan menggunakan kernel RBF dengan teknik Grid Search untuk menemukan hyperparameter paling optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pada uji coba kedua menggunakan perbandingan data latih (80%) dan data uji (20%) menghasilkan hasil yang lebih baik dimana mampu menjelaskan sekitar 52% variabilitas data permintaan dengan nilai MAE sebesar 1,34 unit dan RMSE sebesar 3,73 unit. Kesimpulannya, model ini cukup andal dalam menangkap pola umum dan tren fluktuasi permintaan di pasar yang volatil. Implementasi model dalam bentuk dashboard interaktif memberikan manfaat praktis bagi merchant untuk melakukan simulasi skenario promosi dan mengoptimalkan pengelolaan stok, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas bisnis jangka panjang.