Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Komunikasi Internal Karyawan dalam Meningkatkan Kinerja di PT Banua Putra Selaras Dinda Elissa Agustina; Farissa Avikass Borneta; Ira Setyowati; Nisrina Rahmah Hayati; Decky C kananto Lihu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5595

Abstract

Komunikasi internal merupakan elemen penting dalam mendukung efektivitas organisasi dan peningkatan kinerja karyawan. Dalam konteks organisasi operasional, efektivitas komunikasi internal berpengaruh langsung terhadap koordinasi kerja dan ketepatan pelaksanaan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan pola komunikasi internal, peran komunikasi internal dalam meningkatkan kinerja karyawan, serta hambatan komunikasi yang terjadi di PT Banua Putra Selaras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, yaitu Direktur, Kepala Gudang, dan Asisten Gudang PT Banua Putra Selaras. Analisis penelitian mengacu pada teori komunikasi organisasi Pace dan Faules (2010) yang mencakup komunikasi vertikal, komunikasi horizontal, iklim komunikasi organisasi, dan komunikasi dua arah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal telah digunakan dalam penyampaian visi, kebijakan, dan instruksi kerja, namun cenderung bersifat satu arah dan belum diimbangi dengan mekanisme umpan balik yang memadai di tingkat operasional. Kondisi ini ditandai dengan masih terjadinya kesalahan pencatatan dan pengelolaan stok serta ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, komunikasi horizontal menjadi kelemahan utama, terutama dalam koordinasi antar karyawan gudang yang belum terstruktur, sehingga memengaruhi akurasi data dan kelancaran proses kerja. Penelitian ini juga menemukan bahwa iklim komunikasi organisasi belum sepenuhnya mendukung keterbukaan, karena masih adanya budaya kerja yang berorientasi pada pencarian kesalahan individu, sehingga menghambat inisiatif karyawan dalam menyampaikan kendala kerja. Oleh karena itu, penguatan komunikasi dua arah yang disertai umpan balik berkelanjutan dan evaluasi berbasis proses kerja menjadi strategi penting untuk meningkatkan koordinasi kerja dan kinerja karyawan secara berkelanjutan.