Retno Widyaningrum
Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT), Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Safety Behavior pada Petugas Pemeliharaan dan Pengoperasian Jaringan Distribusi Listrik Eka Panji Saptaprasetya; Retno Widyaningrum
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5831

Abstract

Data kecelakaan kerja di PT PLN (Persero) menunjukkan bahwa sektor distribusi masih menjadi penyumbang insiden tertinggi dibanding sektor lainnya. Mayoritas kejadian dipengaruhi oleh unsafe action pekerja, seperti ketidakpatuhan terhadap prosedur kerja dan penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Safety Leadership dan Safety Training terhadap Safety Behavior dengan Safety Awareness sebagai variabel mediasi pada petugas pemeliharaan dan pengoperasian jaringan distribusi listrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 117 responden dari pekerja teknis jaringan distribusi PT Cita Yasa Perdana pada PLN UP3 Situbondo. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Safety Training berpengaruh positif dan signifikan terhadap Safety Awareness (? = 0,826; t = 8,049; p < 0,001), serta Safety Awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Safety Behavior (? = 0,583; t = 3,592; p < 0,001). Sebaliknya, Safety Leadership tidak berpengaruh signifikan terhadap Safety Awareness (? = 0,057; p = 0,617) maupun Safety Behavior (? = -0,048; p = 0,745). Safety Training juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Safety Behavior pada tingkat signifikansi 5% (? = 0,364; p = 0,067). Selain itu, Safety Awareness terbukti memediasi pengaruh Safety Training terhadap Safety Behavior, namun tidak memediasi pengaruh Safety Leadership terhadap Safety Behavior. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku keselamatan pekerja lebih efektif dilakukan melalui penguatan kualitas Safety Training yang mampu meningkatkan Safety Awareness, dibandingkan melalui pendekatan kepemimpinan secara langsung. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi PLN dalam merancang strategi penguatan program pelatihan keselamatan dan pengembangan kebijakan untuk mendukung target zero accident. Secara praktis, hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi PLN dalam merancang strategi penguatan Safety Leadership, evaluasi efektivitas program Safety Training, serta pengembangan kebijakan untuk mendukung target zero accident.